Faith: Hear, Believe, Do

by tjok

Faith: Hear, Believe, Do

“…Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau…” Markus 5:34

Perempuan yang mengalami sakit pendarahan seperti yang diceritakan dalam Markus 5:25-34, tidak hanya mengalami penderitaan fisik yang berat selama dua belas tahun hidupnya, semua harta yang dimilikinya pun sudah banyak habis untuk mengobati sakitnya ini.

Walaupun sudah berusaha berobat ke banyak dokter, penyakitnya masih belum sembuh juga. Keadaan yang tidak banyak berubah selama bertahun-tahun ini tidak hanya semakin melemahkan dirinya secara fisik tapi juga mentalnya. Tidak dapat tidak, hatinya telah menjadi pahit karena penderitaan yang harus dipikulnya ini.

Walaupun demikian, perempuan ini tidak pernah kehilangan akan pengharapan. Dan pada akhirnya kita pun tahu dari kisah ini kalau pengharapannya tidaklah mengecewakan karena ia akhirnya bertemu dengan Tuhan Yesus yang memberikan kesembuhan kepadanya.

Kalau kita perhatikan, ada tiga langkah iman yang dilakukan oleh perempuan ini. langkah iman pertama kesembuhan perempuan ini adalah diawali dengan dirinya yang telah mendengar kabar tentang Tuhan Yesus (27). Mendengar akan kasih dan kuasa mukjizat-Nya bagi banyak orang: orang yang sakit disembuhkan, orang yang kerasukan roh jahat dibebaskan, orang yang miskin mendapatkan kabar baik, orang yang buta dicelikkan, dsb. Dari kabar baik yang telah didengarnya tersebut, telah menumbuhkan iman dalam diri perempuan ini.

Hal ini juga mengingatkan kembali kepada kita pentingnya pekerjaan pekabaran Injil yaitu supaya orang lain tahu bahwa, walaupun tampaknya harapan kita sebagai manusia sudah hilang, masih ada pengharapan di dalam Tuhan Yesus.

Alkitab mengatakan kalau iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Iman bukanlah suatu hal yang akan ada dengan sendirinya. Untuk dapat memiliki iman yang sehat, kita harus rajin memberi nutrisi yang tepat setiap harinya. Hari ini, saya pribadi, diingatkan kembali sudah berapa banyak saya meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan firman-Nya setiap hari. Jadi, langkah iman pertama adalah membaca dan mendengarkan firman Tuhan.

Langkah iman kedua, perempuan ini percaya akan kabar baik yang didengarnya. Kita tidak cukup hanya membaca firman dan melupakannya begitu saja. Tapi kita juga harus percaya terhadap firman Tuhan ini. Bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan Roh Kudus-Nya sebagai jaminan akan warisan yang akan kita terima (Ef 1:14) sehingga iman yang kita miliki bukanlah iman yang buta dan kosong. Kita dapat dengan yakin percaya akan firman kebenaran yang menjadi Injil keselamatan kita (Ef 1:13).

Jadi, langkah iman kedua adalah percaya sepenuhnya akan firman Tuhan. (Hal ini juga tidak mudah, contohnya dalam hal pemberian perpuluhan, banyak orang yang masih ’tidak rela’ untuk memberikannya, padahal Tuhan berjanji akan memberkati berlipat-lipat orang yang melakukannya).

Langkah iman ketiga, perempuan ini percaya kalau ia dapat menjamah jubah-Nya saja, ia akan sembuh. Iman yang sungguh-sungguh inilah yang memberikan kekuatan kepada dirinya untuk berjuang (baca: bergerak) menerobos kerumunan orang banyak untuk mendapatkan Tuhan Yesus. Imannya bukanlah iman yang pasif tapi iman yang aktif.

Perempuan ini berani menghadapi segala rintangan yang dihadapinya. Apa yang dilakukan oleh perempuan ini bukanlah suatu perkara yang mudah. Kebanyakan dari kita mungkin akan menjadi lemah imannya saat rintangan mulai menghadang di depan mata. Contohnya, mungkin banyak dari kita yang pada awal percaya kepada Tuhan, justru mengalami banyak masalah yang mulai berdatangan. Dalam kondisi ini, tidak mudah bagi kita mempertahankan untuk iman. Jadi langkah iman ketiga adalah bertindak karena iman tanpa perbuatan adalah mati.

(Tulisan ini terinspirasi dari audio kotbah “You Are Saved by Your Faith” oleh Pr. Chin Aun Quek, True Jesus Church).

Jakarta, 14 Januari 2012