The Effective Executive

by tjok

Peter Drucker memulai bukunya yang berjudul The Effective Executive, dengan pertanyaan berikut: kalau metrik yang digunakan untuk mengukur kinerja dari seorang manual labor adalah efisiensi, metrik apa yang seharusnya digunakan untuk knowledge worker?

Drucker berargumen bahwa efektivitas seharusnya menjadi metrik utama untuk mengukur kinerja seorang knowledge worker. Hal ini dilandasai pemikiran bahwa berbeda dengan seorang manual labor yang dituntut untuk melakukan sesuatu dengan benar (doing things right); seorang knowledge worker dituntut untuk melakukan hal yang benar (doing the right things).

Kalau efektivitas menjadi sedemikian pentingnya, pertanyaan selanjutnya adalah hal apa yang harus dilakukan (atau berhenti dilakukan) untuk meningkatkan efektivitas kerja?

Drucker memaparkan 5 elemen penting yang berperan dalam menunjang efektivitas seorang pekerja: time, strengths, contribution, concentration dan decision making. Tulisan ini hanya membahas elemen pertama saja yaitu waktu.

Menurut Drucker, yang membedakan antara seorang pekerja yang efektif dan yang tidak adalah dalam cara mereka menggunakan waktu. Drucker mengutip suatu penelitian yang menunjukkan bagaimana manusia memiliki persepsi yang lemah terhadap waktu dan juga ingatan yang buruk tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu. Akibatnya, seringkali banyak waktu yang sebenarnya dihabiskan untuk aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah (dikenal sebagai ’wastes’ kalau dalam Lean Six Sigma).

Drucker memberikan tips yang terbilang sederhana, tapi powerfull, untuk membantu meningkatkan efektivitas kita dalam mengelola waktu, yaitu dengan cara mempertimbangkan kembali setiap aktivitas kita dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
• Apakah pekerjaan ini harus dilakukan sekarang? – First Things First
• Apakah pekerjaan ini dapat dikerjakan dengan lebih baik oleh orang lain? – Delegation
• Apakah pekerjaan ini membantu untuk mencapai tujuan kita? – Pareto 80/20

Tembagapura, Juli 24, 2011