The Power of Lao-Lao

by tjok

Seorang teman sharing mengenai buku yang baru dibacanya yang berjudul The Luck Factor karangan Dr. Richard Wiseman. Buku ini menganalisa apa rahasia dari orang-orang yang dianggap beruntung.

Menurut buku ini, salah satu ciri yang membedakan antara orang yang beruntung dengan yang tidak adalah sikap atau cara orang tersebut dalam menjalani hidup. Orang yang beruntung cenderung terbuka terhadap hal baru dan mereka lebih relaks dalam menjalani hidupnya.

Saya tertarik dengan pernyataan yang terakhir dimana orang yang beruntung lebih relaks dalam menjalani hidupnya. Apa sebenarnya hubungan antara sikap relaks dengan keberuntungan? Apa hal ini berarti kita tidak perlu bekerja dan hanya lao-lao mengharapkan keberuntungan akan datang dengan sendirinya? (’lao-lao’ adalah kata dalam bahasa Papua yang kurang lebih berarti ’santai-santai’, Papua 101).

Saat memikirkan pertanyaan ini, saya jadi teringat dengan dua tokoh dalam buku Seri Tokoh Dunia yang sering saya pinjam dari perpustakaan sewaktu SD dulu. Kedua tokoh ini diceritakan (justru) berhasil memecahkan masalahnya pada saat mereka sedang beristirahat (baca: relaks).

Tokoh pertama adalah Isaac Newton. Isaac Newton adalah ilmuwan asal Inggris yang pertama kali memformulasikan teori gravitasi. Ada cerita menarik bagaimana Newton mendapatkan inspirasi untuk teori gravitasi. Diceritakan, Newton sedang beristirahat di bawah pohon apel sampai kemudian sebuah apel jatuh mengenai kepalanya. Saat terkena jatuhan apel itu, Newton langsung mendapatkan inspirasi untuk teori gravitasi yang kemudian menjadikannya sebagai ilmuwan paling terkenal sepanjang masa selain Galileo Galilei.

Tokoh kedua adalah Archimedes. Archimedes adalah seorang matematikawan dan penemu dari Yunani yang kita kenal dengan prinsip Archimedes-nya. Suatu hari Archimedes diminta oleh raja dari Syracuse untuk menguji apakah mahkota yang dipesannya dari seorang pandai emas terbuat dari emas murni. Raja curiga kalau pandai emas ini telah mencampurkan material tambahan lain seperti tembaga dan perak untuk menambah berat mahkota.

Pada saat sedang memikirkan cara untuk membuktikan tantangan raja ini, Archimedes pergi ke sebuah tempat pemandian umum. Pada saat masuk ke dalam bak mandi, Archimedes menyadari bahwa ada air yang tumpah dari bak mandi karena terdesak oleh massa tubuhnya. Hal ini seketika itu juga memberikan inspirasi kepada Archimedes mengenai pemecahan dari masalah yang sedang dihadapi oleh Raja. Diceritakan, Archimedes langsung berteriak-teriak ’Eureka!’ dan tanpa berpakaian langsung berlari ke jalan. (’Eureka’, berarti ’saya telah menemukannya’).

Menarik untuk diperhatikan bahwa kedua tokoh ini menemukan inspirasinya bukan saat sedang bekerja, tapi justru pada saat sedang beristirahat. Hal apa yang bisa kita pelajari dari hal ini?

Saya bukan seorang pakar di bidang neurologi, tapi yang saya pahami adalah pada saat otak kita sedang dalam keadaan relaks, kita mampu berpikir dengan lebih baik dan jernih. Hal sebaliknya, pada saat otak kita dalam keadaan letih dan tegang, kemampuan kita dalam berpikir atau mengambil keputusan pun akan mengalami penurunan.

Hal ini menjadikan istirahat sangat penting untuk dilakukan di tengah kesibukan kita. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan kita, seringkali kita melupakan hal ini. Padahal, hasil yang akan kita dapatkan kalau kita meluangkan waktu untuk beristirahat bisa jadi akan lebih besar daripada bila kita bekerja terus-menerus. Seperti gergaji yang digunakan terus-menerus akan menjadi tumpul dan tidak produktif. Sebaliknya, gergaji yang disempatkan untuk diasah (baca: diistirahatkan) justru akan lebih produktif.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk me-relaks-kan dirinya baik secara fisik dan mental. Ada yang dengan cara mebaca, olahraga, menulis, doa, nonton film, dan banyak cara lainnya. Seorang teman, misalnya, merasa relaks pada waktu berkebun.

Yang pasti, setiap dari kita perlu untuk menemukan aktivitas yang bisa membuat diri kita lebih relaks, dan meluangkan waktu untuk itu adalah suatu hal yang worth it untuk dilakukan, karena siapa yang tahu justru dari situ kita akan mendapatkan ’Eureka Moment’ kita!

Enjoy your weekend! Eureka!

Further Reading:
Sebuah artikel dari Harvard Business Review berjudul Manage Your Energy, Not Your Time memberikan tips-tips dalam mengelola energi kita secara fisikal, emosional, mental dan spiritual.

Tembagapura, Juli 3, 2011.