Mengapa Kita Ada?

by tjok

 Seringkali , kita sebagai manusia bertanya-tanya apa arti keberadaan kita di dunia ini. Apa maksud Allah untuk menciptakan manusia beserta alam semesta ini. Pertanyaan ini telah ada sejak dahulu sampai sekarang dan banyak orang yang mencoba untuk membahas tema ini. Artikel berikut mencoba untuk mengupas sedikit tema ini.

  • Manusia ada bukan hanya suatu kebetulan. Setiap manusia yang lahir di dunia ini membawa maksud dan rencana tersendiri dari Allah terhadap orang tersebut. Contoh paling jelas dapat kita jumpai dalam silsilah Tuhan Yesus. Dari silsilah ini, dapat dilihat adanya pengaturan Allah yang besar yang telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi bagian dalam karya penyelamatan Allah atas manusia. Siapa yang dapat menyangka dari seorang perempuan sundal seperti Rahab dapat muncul seorang Mesias yang dirindukan oleh orang Israel. Begitu pula Rut , seorang perempuan Moab yang dipilih Allah untuk menjadi nenek moyang Kristus. Dalam kitab Mazmur 139:13-18 pemazmur menjabarkan campur tangan Allah terhadap setiap manusia yang telah ada sebelum manusia dilahirkan kedalam dunia ini.  

 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. . Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Dalam ayat tersebut, jelas terlihat ada maksud Allah untuk menciptakan manusia di dunia ini.

  • Allah tidak pernah berbuat kesalahan atas ciptaanNya. Seringkali dapat kita jumpai orang-orang yang berpandangan dirinya hanyalah manusia yang tidak berguna. Seringkali kita juga memiliki pandangan yang sinis terhadap seseorang yang menurut kita seharusnya tidak pernah dilahirkan di dunia. Contohnya, kita mungkin bertanya mengapa Tuhan “menciptakan” seorang Hitler, Idi Amin atau orang-orang jahat lainnya. Kita berpandangan hal ini merupakan kesalahan ciptaan tuhan. Sebelum kita berpendapat seperti itu, ada baiknya kita melihat dalam kitab Efesus 1:4-6,

 

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Dari ayat ini, terlihat Allah telah memilih kita untuk menjadi anak-anak-Nya. Kesempatan untuk mendapatkan status ini sama untuk setiap orang, namun sayangnya pada kenyataannya tidak semua orang yang mendapatkan status ini oleh karena menolak menjadikan Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Tuhan Yesus sendiri tidak menghendaki ada orang yang binasa, tapi Ia menghendaki semua orang dapat diselamatkan. Jadi, salah pendapat orang yang menyatakan dirinya sudah ditentukan untuk binasa. Kita tidak tahu siapa yang nantinya akan masuk binasa dalam neraka atau menerima kebahagian kekal di Surga. Yang kita tahu adalah sekarang Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk berlomba-lomba mengerjakan keselamatan kita dengan giat.

  • Ada kehidupan kekal yang menunggu kita setelah kehidupan di dunia. Hidup kita di dunia ini hanyalah sementara, ada seorang pengarang yang memberi sebuah ungkapan bahwa apa yang kita lakukan di dunia saat ini akan bergema sampai pada kekekalan. Perkataan ini sangat jelas mengungkapkan hidup kita selanjutnya akan berakhir di surga atau neraka nantinya sangat bergantung pada perbuatan kita semasa hidup di dunia saat ini. Dalam kitab Wahyu 14:13 dikatakan Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.Dari firman ini kembali ditegaskan bahwa perbuatan kita saat ini akan menyertai kita di dalam kehidupan kekekalan nantinya. Sebagai orang Kristen, kita mengenal adanya hukum tabur-tuai yaitu apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai. Pengertian tentang adanya kehidupan kekal setelah kamatian juga hendaknya memberikan kesadaran pada setiap orang Kristen untuk tidak haya menaruh pengharapan kepada Kristus saat hidup di dunia saja.

Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.(1 kor 15:19)

Dari ayat ini juga kita disadarkan bahwasanya ada kehidupan yang lebih penting dibandingkan kehidupan di dunia ini. Banyak orang mau menjadi orang Kristen hanya karena ingin mendapatkan berkat di dalam kehidupannya. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun pengertian seperti ini masih kurang lengkap. Melihat kehidupan Tuhan Yesus saat di dunia dapat memberikan pengertian kepada kita bahwa untuk menjadi seorang Kristen ada salib yang harus dipikul. Seringkali orang melupakan hal ini. Maka tidak heran muncul pandangan seperti teologi kemakmuran yang berpandangan bahwan orang Kristen haruslah menjadi orang yang diberkati yang seringkali diukur secara materi. Pandangan ini jelas sangatlah keliru dan menyesatkan. Dalam Alkitab, Tuhan pernah menceritakan kisah seorang msikin yang bernama Lazarus dengan orang kaya. Sepanjang hidupnya, Lazarus hidup menderita dan dalam kondisi berpenyakitan ,sangat berbeda dibandingkan dengan orang kaya yang hidup dalam kelimpahan. Alkitab menceritakan pada akhir hidup kedua orang ini, Lazarus berada dalam pangkuan Abraham sedangkan orang kaya ini berada dalam alam maut.

 

Semoga dari tulisan ini, kita dapat lebih lagi menghayati maksud dan rencana Tuhan atas kehidupan kita di dunia ini.God Bless.. 🙂