How to be Creative?

by tjok

Dalam sebuah seminar mengenai kewirausahaan, saya sempat bertanya kepada salah seorang pembicara di dalam acara itu mengenai bagaimana caranya menjadi kreatif. Pembicara dalam seminar itu adalah Yoris Sebastian. Yoris, sebelum memutuskan untuk menjadi seorang full pledge entrepreneur (begitu dia menyebutnya), adalah seorang General Manager dari Hard Rock Café. Bahkan Yoris menjabat posisi itu pada usia yang sangat muda yaitu 26 tahun (GM Hard Rock yang termuda di Asia dan nomor dua di dunia).

Selama menjadi seorang GM, banyak program kreatif yang ditelurkannya. Salah satu yang paling fenomenal adalah program I Like Monday nya.Dalam program I Like Monday ini, pengunjung dapat menyaksikan penampilan dari para artis dan musisi baik dalam maupun luar negeri. Program ini merupakan kreasi dari Hard Rock Indonesia. Program ini dapat dikatakan sebagai suatu bentuk terobosan yang tidak biasa saat itu. Bisa dibilang ide ini sedikit nyeleneh. Kenapa nyeleneh? Ya iya masa mengadakan suatu acara musik di hari Senin, sedangkan normalnya pengunjung sebuah kafe paling rame dateng di hari Sabtu dan Minggu. Walaupun begitu, kita dapat melihat sendiri program ini menjadi begitu sukses. Banyak pengunjung yang hadir setiap Seninnya untuk menyaksikan penampilan para musisi ternama. Yoris dapat melihat adanya suatu ceruk yang dapat dimanfaatkan dimana sangat jarang bahkan tidak ada pada saat itu, tempat hiburan lain yang mengadakan acara musik pada hari Senin. Yoris berhasil menciptakan “laut birunya”. Bahkan konon, pemasukan Hard Rock Café di hari Senin ini lebih tinggi dibandingkan hari Sabtu dan Minggu ! Walah..

Selain program I Like Monday, Yoris juga merupakan kreator dari BC Bar. BC Bar juga membawa konsep yang unik yaitu hanya dibuka pada hari Jumat dan Sabtu selama satu minggu sekali. Sebagian orang akan melihat ide ini gila. Bagaimana tempat hiburan ini dapat bersaing dengan tempat hiburan lainnya yang buka setiap hari. Tapi seolah memiliki sentuhan midas, tempat hiburan ini pun memperoleh respon pasar yang sangat positif. Tingkat keuntungan yang didapatkan oleh tempat hiburan ini dapat melebihi tempat hiburan yang beroperasi setiap hari. Kok bisa ya? Nah, disinilan letak kekreatifan Yoris. Dia melihat pada hari biasa, jumlah pengunjung tempat hiburan seperti bar dan kafe tidaklah banyak. Sedangkan biaya overhead seperti listrik, pendingin ruangan, dsb yang harus ditanggung tidak sebanding dengan pemasukan yang diperoleh. Dengan mengoperasikan BC Bar hanya 2 kali dalam seminggu otomatis biaya overhead yang harus ditanggung lebih kecil. Selain itu, dengan tidak dibukanya setiap hari, para pengunjung pun menjadi tertarik dan tidak ingin melewatkan untuk hadir ke BC Bar setiap minggunya.

Melalui kedua contoh tersebut, kita bisa bilang Yoris tuh kreatif. So, tidak salah juga dong kalo saya bertanya gimana caranya supaya bisa kreatif. Menurut Yoris, kreativitas adalah suatu skill yang bisa dipelajari dan dilatih. Kreativitas bukanlah sesuatu yang given dari sononye. Jadi, menurut Yoris, gak bener juga anggapan bahwa seseorang bisa kreatif karena memang punya bakat dari lahir. Kreativitas bisa dilatih dan dikembangkan. So, kembali lagi, gimana caranya? Salah satu cara yang dilakukan Yoris untuk mengasah kreativitasnya adalah dengan melakukan variasi terhadap kebiasaan yang dilakukannya. Contohnya, Yoris suka menggunakan jam tangan di tangan yang berbeda, hari ini di tangan kanan, besok bisa di tangan kiri. Begitu pula kalo mau pergi ke kantor, kadang lewat jalan yang cepet,kadang lewat jalan alternatif lain. Dengan merubah kebiasaan ini, dapat membantu kita untuk tidak menjadi orang yang monoton dan stattis. Kita “dipaksa” untuk bisa keluar dari zona nyaman kita. Wel, seringkali kita mungkin punya ide-ide yang sebenernya kreatif, tapi karena ide kreatif itu akan membawa konsekuensi kita harus keluar dari zona nyaman kita, kita jadi mengurungkan untuk melakukan ide tersebut. Dengan melakukan variast terhadap kebiasaan kita, secara tidak sadar kita dilatih untuk keluar dari zona nyaman kita. Wel, sekarang saya lagi mencoba untuk mempraktekkan mantera ini. Saya mencoba dahulu dengan merubah kebiasaan-kebiasaan kecil seperti pake jem tangan, pergi ke kampus dengan rute berbeda, dsb. Wel, mudah-mudahan tulisan ini bisa berguna dan menginspirasi tiap pembacanya untuk menjadi kreatif. Terakhir ada quotes yang keren menurut saya (dari si Yoris juga sih hehehe). “It is better to a little bit different than little bit better”.Hehehehe.