1 Petrus

by tjok

“Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang di Pontus, Galatia, Kapodokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang terpilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera melimpah atas kamu”.(1 Pet 1: 1-2)

Pengantar

Penginjilan pada jaman para rasul sudah begitu berkembang ke luar wilayah orang Yahudi. Injil telah masuk ke daerah-daerah baru. Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh orang percaya pada jaman itu. Tidak mudah untuk dapat mempertahankan iman kapada Yesus Kristus oleh karena penolakan dari orang yang belum percaya

Untuk siapa surat 1 Petrus ini?

Surat 1 petrus ditujukan untuk para jemaat di Pontus, Galatia, Kapodokia, Asia Kecil dan Bitinia. Tidak lazim,dalam penulisan surat hanya disebutkan nama suatu daerah atau provinsi. Pada umumnya, suatu surat ditujukan secara spesifik kepada jemaat di kota tertentu. Hal ini menandakan bahwa banyak jemaat yang tersebar di seluruh wilayah itu.

Dalam permulaan surat, disebutkan pendatang. Jemaat menjadi pendatang di suatu daerah yang asing. Pendatang dapat diartikan sebagai orang yang asing. Orang asing tidak memiliki hak apapun di daerah yang didatanginya. Sama seperti kita sebagai orang Kristen yang merupakan pendatang di dunia ini (1 Pet 1 : 17; 2:11). Bagian kita bukan di dunia ini. Tanah air kita adalah tanah air Sorgawi. Menyadari hal ini, hendaklah kita selalu mengingat bahwa segala apa yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara. Suatu saat nanti, semua milik kita di dunia akan kita tinggalkan.Hal ini pula yang mengingatkan kita untuk tidak terlalu mengejar hal –hal duniawi.

Ada dugaan bahwa para jemaat di daerah ini merupakan orang-orang yang baru mulai percaya kepada Kristus ( 1 Pet 1 :18,23; 2:9-13;4:3-4). Dapat pula di antara jemaat ini yang merupakan orang-orang nonYahudi. Jemaat ini dahulu hidup di dalam gelap, namun setelah menerima Kristus mereka hidup di dalam terang.

Ditafsirkan pula, jemaat penerima surat ini memiliki status sosial yang rendah yaitu sebagai hamba. Hal ini dapat dilihat dari hanya adanya nasihat untuk para hamba (1 Pet 2 :18). Dalam kitab ini, tidak ditemukan nasihat untuk para tuan seperti yang dapat ditemukan pada surat di Efesus dan Kolose.

Dari 1 Pet 3 : 1 juga dapat ditemukan bahwa peran wanita di dalam membawa pertobatan di dalam keluarganya. Wanita dalam hal ini para istri sangat berperan di dalam membawa seisi keluarganya kepada Kristus. Kalau pada saat ini, oleh karena giatnya penginjilan di sekolah dan kampus, dapat kita temukan peran seorang anak yang membawa seisi keluarganya kepada Kristus.

Para jemaat hidup di lingkungan orang yang belum percaya kepada Kristus. Banyak bentuk intimidasi sosial dari masyarakat kepada mereka. Mereka memperoleh penderitaan karena kekristenan mereka. Diduga penganiayaan yang dialami saat ini masih belum dilakukan secara sistematis oleh negara. Mereka menderita karena kesalehan mereka. Saat ini, seringkali kita salah mengartikan maksud menjadi seorang Kristen. Banyak dari kita yang berpikir menjadi Kristen berarti mendapat hidup yang damai, diberkati, sukacita, dan tidak mengalami kesusahan. Pemikiran seperti ini tidak sepenuhnya benar. Seringkali kita hanya menaruh pengharapan kekristenan kita untuk hidup di dunia ini saja. Kita perlu mengingat bahwa dunia telah menolak Kristus dari semula, oleh karena itu dunia pun akan menolak kita sebagai pengikut Kristus.

Tuhan memberi penghiburan kepada kita bahwa kita tidak perlu malu apabila kita menderita karena hidup kita yang baik. Sebaliknya kita perlu malu jika penderitaan yang kita peroleh dikarenakan kesalahan kita sendiri.

Dalam pembukaan surat, dikatakan para jemaat dikuduskan. Apa arti dikuduskan? Dikuduskan dapat diartikan sebagai dipisahkan. Kita telah Tuhan pisahkan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia. Kita harus berusaha pula untuk mempertahankan kekudusan ini.

Untuk para jemaat ini dikuduskan? Jawabannya adalah supaya taat kepada Yesus Kristus. Tidak mudah untuk tetap taat kepada Kristus di lingkungan dunia yang tidak percaya kepada Kristus ini. Pada saat menderita, tidak mudah untuk tetap sabar ( 1 Pet 3:13), dan melayani dengan setia dan tulus ( 1 Pet 5)

Petrus memperkenalkan dirinya sebagai rasul. Rasul atau apostles berarti utusan kerajaan yang bertugas sebagai penyampai pesan. Petrus ingin menegaskan bahwa pesan dan penghiburan yang diberikan melalui suratnya merupakan firman Tuhan sendiri, bukan berasal dari Petrus. Selain itu, sepanjang suratnya, Petrus juga memperkenalkan dirinya dengan atribut lain seperti sahabat penatua dan saksi penderitaan Kristus ( 1 Pet 5 :1).

Inti dari surat Petrus ini adalah untuk menguatkan para jemaat yang terus mengalami tekanan dan penderitaan karena kekristenan mereka. Manusia yang terus menerus menderita sangat memerlukan suatu peneguhan melalui Firman Tuhan. Sama halnya dengan kita saat ini, pada saat kita merasa lemah, satu-satunya yang dapat menguatkan kita adalah Firman Tuhan. Dalam Yer 17 : 8, orang yang suka akan Firman diibaratkan sebagai pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pohon ini tetap tumbuh bahkan berbuah sekalipun lingkungan di sekitar pohon tersebut kering.

Kesimpulan:

· Penderitaan karena menjadi seorang Kristen adalah suatu hal yang wajar karena kita hidup di dunia yang menolak Kristus

· Firman Tuhan adalah satu-satunya sumber penghiburan dan kekuatan kita untuk dapat terus taat dan setia mengikut Kristus

Ilustrasi: Dalam notasi matematika, terdapat notasi ~ (tao) yang berarti tak hingga. Notasi ini memiliki sifat yaitu bila ditambah ataupun dikurangi dengan bilangan apapun akan selalu menghasilkan bilangan tak hingga. Kita dapat analogikan bilangan itu adalah bilangan umur kita. Penderitaan yang kita alami di dalam hidup kita tidak akan sebanding dengan hidup kekal yang akan kita peroleh nantinya. Apalagi Tuhan tidak selamanya mengijinkan penderitaan itu hampir di hidup kita. Tuhan menggunakan suka dan duka untuk mendidik kita. Amin