<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Every life has a story...</title>
	<atom:link href="http://tjokricky.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tjokricky.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 04:53:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tjokricky.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Every life has a story...</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tjokricky.wordpress.com/osd.xml" title="Every life has a story..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://tjokricky.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Faith: Hear, Believe, Do</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2012/01/14/faith-hear-believe-do/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2012/01/14/faith-hear-believe-do/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 04:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Faith: Hear, Believe, Do “…Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau…” Markus 5:34 Perempuan yang mengalami sakit pendarahan seperti yang diceritakan dalam Markus 5:25-34, tidak hanya mengalami penderitaan fisik yang berat selama dua belas tahun hidupnya, semua harta yang dimilikinya pun sudah banyak habis untuk mengobati sakitnya ini. Walaupun sudah berusaha berobat ke banyak dokter, penyakitnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=116&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Faith: Hear, Believe, Do</p>
<p>“…Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau…” Markus 5:34</p>
<p>Perempuan yang mengalami sakit pendarahan seperti yang diceritakan dalam Markus 5:25-34, tidak hanya mengalami penderitaan fisik yang berat selama dua belas tahun hidupnya, semua harta yang dimilikinya pun sudah banyak habis untuk mengobati sakitnya ini. </p>
<p>Walaupun sudah berusaha berobat ke banyak dokter, penyakitnya masih belum sembuh juga. Keadaan yang tidak banyak berubah selama bertahun-tahun ini tidak hanya semakin melemahkan dirinya secara fisik tapi juga mentalnya. Tidak dapat tidak, hatinya telah menjadi pahit karena penderitaan yang harus dipikulnya ini.</p>
<p>Walaupun demikian, perempuan ini tidak pernah kehilangan akan pengharapan. Dan pada akhirnya kita pun tahu dari kisah ini kalau pengharapannya tidaklah mengecewakan karena ia akhirnya bertemu dengan Tuhan Yesus yang memberikan kesembuhan kepadanya. </p>
<p>Kalau kita perhatikan, ada tiga langkah iman yang dilakukan oleh perempuan ini. langkah iman pertama kesembuhan perempuan ini adalah diawali dengan dirinya yang telah mendengar kabar tentang Tuhan Yesus (27). Mendengar akan kasih dan kuasa mukjizat-Nya bagi banyak orang: orang yang sakit disembuhkan, orang yang kerasukan roh jahat dibebaskan, orang yang miskin mendapatkan kabar baik, orang yang buta dicelikkan, dsb. Dari kabar baik yang telah didengarnya tersebut, telah menumbuhkan iman dalam diri perempuan ini. </p>
<p>Hal ini juga mengingatkan kembali kepada kita pentingnya pekerjaan pekabaran Injil yaitu supaya orang lain tahu bahwa, walaupun tampaknya harapan kita sebagai manusia sudah hilang, masih ada pengharapan di dalam Tuhan Yesus. </p>
<p>Alkitab mengatakan kalau iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Iman bukanlah suatu hal yang akan ada dengan sendirinya. Untuk dapat memiliki iman yang sehat, kita harus rajin memberi nutrisi yang tepat setiap harinya. Hari ini, saya pribadi, diingatkan kembali sudah berapa banyak saya meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan firman-Nya setiap hari. Jadi, langkah iman pertama adalah membaca dan mendengarkan firman Tuhan.</p>
<p>Langkah iman kedua, perempuan ini percaya akan kabar baik yang didengarnya. Kita tidak cukup hanya membaca firman dan melupakannya begitu saja. Tapi kita juga harus percaya terhadap firman Tuhan ini. Bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan Roh Kudus-Nya sebagai jaminan akan warisan yang akan kita terima (Ef 1:14) sehingga iman yang kita miliki bukanlah iman yang buta dan kosong. Kita dapat dengan yakin percaya akan firman kebenaran yang menjadi Injil keselamatan kita (Ef 1:13). </p>
<p>Jadi, langkah iman kedua adalah percaya sepenuhnya akan firman Tuhan. (Hal ini juga tidak mudah, contohnya dalam hal pemberian perpuluhan, banyak orang yang masih ’tidak rela’ untuk memberikannya, padahal Tuhan berjanji akan memberkati berlipat-lipat orang yang melakukannya).</p>
<p>Langkah iman ketiga, perempuan ini percaya kalau ia dapat menjamah jubah-Nya saja, ia akan sembuh. Iman yang sungguh-sungguh inilah yang memberikan kekuatan kepada dirinya untuk berjuang (baca: bergerak) menerobos kerumunan orang banyak untuk mendapatkan Tuhan Yesus. Imannya bukanlah iman yang pasif tapi iman yang aktif. </p>
<p>Perempuan ini berani menghadapi segala rintangan yang dihadapinya. Apa yang dilakukan oleh perempuan ini bukanlah suatu perkara yang mudah. Kebanyakan dari kita mungkin akan menjadi lemah imannya saat rintangan mulai menghadang di depan mata. Contohnya, mungkin banyak dari kita yang pada awal percaya kepada Tuhan, justru mengalami banyak masalah yang mulai berdatangan. Dalam kondisi ini, tidak mudah bagi kita mempertahankan untuk iman. Jadi langkah iman ketiga adalah bertindak karena iman tanpa perbuatan adalah mati. </p>
<p>(Tulisan ini terinspirasi dari audio kotbah “You Are Saved by Your Faith” oleh Pr. Chin Aun Quek, True Jesus Church).</p>
<p>Jakarta, 14 Januari 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=116&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2012/01/14/faith-hear-believe-do/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Science of Optimism</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/26/the-science-of-optimism/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/26/the-science-of-optimism/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 14:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Kita seringkali melihat diri kita sebagai makhluk yang rasional. Kita menganggap setiap keputusan atau tindakan yang kita ambil adalah produk kognisi yang logis. Majalah Time edisi Juni 2011 mengeluarkan artikel menarik tentang bagaimana manusia cenderung untuk bersikap optimis daripada pesimis. Kita (manusia) cenderung mengharapkan sesuatu yang baik daripada yang buruk. Apa ada orang yang mengharapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=114&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita seringkali melihat diri kita sebagai makhluk yang rasional. Kita menganggap setiap keputusan atau tindakan yang kita ambil adalah produk kognisi yang logis.</p>
<p>Majalah Time edisi Juni 2011 mengeluarkan artikel menarik tentang bagaimana manusia cenderung untuk bersikap optimis daripada pesimis. Kita (manusia) cenderung mengharapkan sesuatu yang baik daripada yang buruk. Apa ada orang yang mengharapkan untuk kehilangan pekerjaannya atau tidak lulus ujian? Pastinya tidak ada, bukan?</p>
<p>Pernahkah kita bertanya kenapa manusia memiliki kecenderungan berpikir optimis? Mungkin selama ini, kita menerima hal ini sebagai suatu hal yang taken for granted saja. Nah, salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab dari misteri tersebut.</p>
<p>Untuk dapat berpikir positif, kita harus mampu membayangkan diri kita di masa depan. Hal ini berarti optimisme dimulai dari kemampuan yang paling luar biasa dari manusia yaitu mental time travel, kemampuan untuk berpindah waktu dan tempat di dalam pikiran kita.</p>
<p>Kemampuan untuk ’menjelajah’ dimensi waktu dan tempat yang berbeda ini sangat kritikal dalam menentukan keberlangsungan hidup manusia. Mengapa begitu? Karena dengan kemampuan ini, kita dapat melakukan perencanaan untuk masa depan kita. Contohnya,  kita menyimpan bahan makanan saat panen untuk mencegah kelaparan pada waktu musim dingin. Contoh lainnya, saat ini isu global warming menjadi isu yang ’hangat’ karena kita memikirkan dampak perubahan iklim terhadap kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.</p>
<p>Kepentingan untuk bertahan hidup (survival) inilah yang kemudian mempengaruhi evolusi di dalam cara kerja otak manusia, sehingga secara tidak sadar, kita memiliki kecenderungan untuk bersikap optimis. (Buat yang ingin tahu lebih detail mengenai aktivitas apa yang terjadi dalam bagian-bagian otak manusia seperti hippocampus atau amygdala di dalam proses ini, bisa membaca majalah Time edisi 6 Juni 2011).</p>
<p>Bagian yang paling menarik dari penelitian ini sendiri bukan penjelasan asal usul sikap optimis manusia. Melainkan pembahasan mengenai kapan optimisme ini dapat menjadi sesuatu yang bias (optimism bias), dan bagaimana caranya untuk mengatasi bias ini.</p>
<p>Optimisme dapat menjadi sesuatu yang bias pada saat kita tidak dengan betul-betul objektif dan realistis menilai suatu situasi atau kondisi. Karena terlampau optimis, kita jadi mengabaikan kemungkinan yang terburuk. Yang berujung pada kegagalan kita melakukan perencanaan yang cukup untuk memastikan hal yang kita kerjakan dapat berhasil. Oleh karena itu, supaya terhindar dari bias semacam ini, kita harus menyadari bahwa optimisme dapat bersifat irasional dan menyebabkan kita mendapatkan hasil yang tidak diinginkan. Dengan memahami hal ini, kita dapat memeriksa apakah ada bias dalam optimisme kita, sekaligus menilai situasi dan kondisi yang ada dengan lebih objektif dan realistis.</p>
<p>Hal ini alasannya kenapa kita harus selalu ”hope for the best, prepare for the worst”.</p>
<p>Tembagapura, 26 Juli 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=114&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/26/the-science-of-optimism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Effective Executive</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/25/the-effective-executive/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/25/the-effective-executive/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 12:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Peter Drucker memulai bukunya yang berjudul The Effective Executive, dengan pertanyaan berikut: kalau metrik yang digunakan untuk mengukur kinerja dari seorang manual labor adalah efisiensi, metrik apa yang seharusnya digunakan untuk knowledge worker? Drucker berargumen bahwa efektivitas seharusnya menjadi metrik utama untuk mengukur kinerja seorang knowledge worker. Hal ini dilandasai pemikiran bahwa berbeda dengan seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=111&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peter Drucker memulai bukunya yang berjudul The Effective Executive,  dengan pertanyaan berikut: kalau metrik yang digunakan untuk mengukur kinerja dari seorang manual labor adalah efisiensi, metrik apa yang seharusnya digunakan untuk knowledge worker?</p>
<p>Drucker berargumen bahwa efektivitas seharusnya menjadi metrik utama untuk mengukur kinerja seorang knowledge worker. Hal ini dilandasai pemikiran bahwa berbeda dengan seorang manual labor yang dituntut untuk melakukan sesuatu dengan benar (doing things right); seorang knowledge worker dituntut untuk melakukan hal yang benar (doing the right things).</p>
<p>Kalau efektivitas menjadi sedemikian pentingnya, pertanyaan selanjutnya adalah hal apa yang harus dilakukan (atau berhenti dilakukan) untuk meningkatkan efektivitas kerja?</p>
<p>Drucker memaparkan 5 elemen penting yang berperan dalam menunjang efektivitas seorang pekerja: time, strengths, contribution, concentration dan decision making. Tulisan ini hanya membahas elemen pertama saja yaitu waktu.</p>
<p>Menurut Drucker, yang membedakan antara seorang pekerja yang efektif dan yang tidak adalah dalam cara mereka menggunakan waktu. Drucker mengutip suatu penelitian yang menunjukkan bagaimana manusia memiliki persepsi yang lemah terhadap waktu dan juga ingatan yang buruk tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu. Akibatnya, seringkali banyak waktu yang sebenarnya dihabiskan untuk aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah (dikenal sebagai ’wastes’ kalau dalam Lean Six Sigma).</p>
<p>Drucker memberikan tips yang terbilang sederhana, tapi powerfull, untuk membantu meningkatkan efektivitas kita dalam mengelola waktu, yaitu dengan cara mempertimbangkan kembali setiap aktivitas kita dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut:<br />
•	Apakah pekerjaan ini harus dilakukan sekarang? – First Things First<br />
•	Apakah pekerjaan ini dapat dikerjakan dengan lebih baik oleh orang lain? – Delegation<br />
•	Apakah pekerjaan ini membantu untuk mencapai tujuan kita? – Pareto 80/20</p>
<p>Tembagapura, Juli 24, 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=111&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/25/the-effective-executive/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Power of Lao-Lao</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/03/the-power-of-lao-lao/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/03/the-power-of-lao-lao/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 08:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[The Luck Factor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman sharing mengenai buku yang baru dibacanya yang berjudul The Luck Factor karangan Dr. Richard Wiseman. Buku ini menganalisa apa rahasia dari orang-orang yang dianggap beruntung. Menurut buku ini, salah satu ciri yang membedakan antara orang yang beruntung dengan yang tidak adalah sikap atau cara orang tersebut dalam menjalani hidup. Orang yang beruntung cenderung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=107&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang teman sharing mengenai buku yang baru dibacanya yang berjudul The Luck Factor karangan Dr. Richard Wiseman. Buku ini menganalisa apa rahasia dari orang-orang yang dianggap beruntung.</p>
<p>Menurut buku ini, salah satu ciri yang membedakan antara orang yang beruntung dengan yang tidak adalah sikap atau cara orang tersebut dalam menjalani hidup. Orang yang beruntung cenderung terbuka terhadap hal baru dan mereka lebih relaks dalam menjalani hidupnya.</p>
<p>Saya tertarik dengan pernyataan yang terakhir dimana orang yang beruntung lebih relaks dalam menjalani hidupnya. Apa sebenarnya hubungan antara sikap relaks dengan keberuntungan? Apa hal ini berarti kita tidak perlu bekerja dan hanya lao-lao mengharapkan keberuntungan akan datang dengan sendirinya? (’lao-lao’ adalah kata dalam bahasa Papua yang kurang lebih berarti ’santai-santai’, Papua 101).</p>
<p>Saat memikirkan pertanyaan ini, saya jadi teringat dengan dua tokoh dalam buku Seri Tokoh Dunia yang sering saya pinjam dari perpustakaan sewaktu SD dulu. Kedua tokoh ini diceritakan (justru) berhasil memecahkan masalahnya pada saat mereka sedang beristirahat (baca: relaks).</p>
<p>Tokoh pertama adalah Isaac Newton. Isaac Newton adalah ilmuwan asal Inggris yang pertama kali memformulasikan teori gravitasi. Ada cerita menarik bagaimana Newton mendapatkan inspirasi untuk teori gravitasi. Diceritakan, Newton sedang beristirahat di bawah pohon apel sampai kemudian sebuah apel jatuh mengenai kepalanya. Saat terkena jatuhan apel itu, Newton langsung mendapatkan inspirasi untuk teori gravitasi yang kemudian menjadikannya sebagai ilmuwan paling terkenal sepanjang masa selain Galileo Galilei.</p>
<p>Tokoh kedua adalah Archimedes. Archimedes adalah seorang matematikawan dan penemu dari Yunani yang kita kenal dengan prinsip Archimedes-nya. Suatu hari Archimedes diminta oleh raja dari Syracuse untuk menguji apakah mahkota yang dipesannya dari seorang pandai emas terbuat dari emas murni. Raja curiga kalau pandai emas ini telah mencampurkan material tambahan lain seperti tembaga dan perak untuk menambah berat mahkota.</p>
<p>Pada saat sedang memikirkan cara untuk membuktikan tantangan raja ini, Archimedes pergi ke sebuah tempat pemandian umum. Pada saat masuk ke dalam bak mandi, Archimedes menyadari bahwa ada air yang tumpah dari bak mandi karena terdesak oleh massa tubuhnya. Hal ini seketika itu juga memberikan inspirasi kepada Archimedes mengenai pemecahan dari masalah yang sedang dihadapi oleh Raja. Diceritakan, Archimedes langsung berteriak-teriak ’Eureka!’ dan tanpa berpakaian langsung berlari ke jalan. (’Eureka’, berarti ’saya telah menemukannya’).</p>
<p>Menarik untuk diperhatikan bahwa kedua tokoh ini menemukan inspirasinya bukan saat sedang bekerja, tapi justru pada saat sedang beristirahat. Hal apa yang bisa kita pelajari dari hal ini?</p>
<p>Saya bukan seorang pakar di bidang neurologi, tapi yang saya pahami adalah pada saat otak kita sedang dalam keadaan relaks, kita mampu berpikir dengan lebih baik dan jernih. Hal sebaliknya, pada saat otak kita dalam keadaan letih dan tegang, kemampuan kita dalam berpikir atau mengambil keputusan pun akan mengalami penurunan.</p>
<p>Hal ini menjadikan istirahat sangat penting untuk dilakukan di tengah kesibukan kita. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan kita, seringkali kita melupakan hal ini. Padahal, hasil yang akan kita dapatkan kalau kita meluangkan waktu untuk beristirahat bisa jadi akan lebih besar daripada bila kita bekerja terus-menerus. Seperti gergaji yang digunakan terus-menerus akan menjadi tumpul dan tidak produktif. Sebaliknya, gergaji yang disempatkan untuk diasah (baca: diistirahatkan) justru akan lebih produktif.</p>
<p>Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk me-relaks-kan dirinya baik secara fisik dan mental. Ada yang dengan cara mebaca, olahraga, menulis, doa, nonton film, dan banyak cara lainnya. Seorang teman, misalnya, merasa relaks pada waktu berkebun.</p>
<p>Yang pasti, setiap dari kita perlu untuk menemukan aktivitas yang bisa membuat diri kita lebih relaks, dan meluangkan waktu untuk itu adalah suatu hal yang worth it untuk dilakukan, karena siapa yang tahu justru dari situ kita akan mendapatkan ’Eureka Moment’ kita!</p>
<p>Enjoy your weekend! Eureka!</p>
<p>Further Reading:<br />
Sebuah artikel dari Harvard Business Review berjudul Manage Your Energy, Not Your Time memberikan tips-tips dalam mengelola energi kita secara fisikal, emosional, mental dan spiritual.</p>
<p>Tembagapura, Juli 3, 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=107&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2011/07/03/the-power-of-lao-lao/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Why Excellence?</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2011/03/19/why-excellence/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2011/03/19/why-excellence/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 15:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membahas mengenai apa itu Excellence dalam tulisan sebelumnya, pertanyaan yang selanjutnya harus dijawab adalah kenapa kita harus Excellence? Apa sebenarnya yang akan kita dapatkan dengan menjadi seorang yang Excellence? Dan, apa kerugiannya kalau kita tidak menjadi seorang yang Excellence? Saat kami mendiskusikan topik ini,  banyak pandangan yang muncul mengenai pentingnya Excellence ini. Ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=108&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah membahas mengenai apa itu Excellence dalam tulisan sebelumnya, pertanyaan yang selanjutnya harus dijawab adalah kenapa kita harus Excellence?</p>
<p>Apa sebenarnya yang akan kita dapatkan dengan menjadi seorang yang Excellence? Dan, apa kerugiannya kalau kita tidak menjadi seorang yang Excellence?</p>
<p>Saat kami mendiskusikan topik ini,  banyak pandangan yang muncul mengenai pentingnya Excellence ini. Ada yang mengaitkan pentingnya Excellence sebagai unsur penting untuk dapat selalu unggul di dalam persaingan, baik itu persaingan di tempat kerja, sekolah, dsb.</p>
<p>Ada juga yang mengaitkannya dengan sesuatu yang lebih personal, dimana kita, sebagai manusia yang sudah dikaruniai dengan berbagai potensi oleh Yang Kuasa, dituntut untuk menjadi semakin baik dan memaksimalkan semua potensi diri yang ada.</p>
<p>Secara garis besar, alasan mengapa kita harus Excellence dapat diintisarikan ke dalam dua bagian yaitu alasan bagi diri sendiri dan bagi orang lain.</p>
<p><strong>Bagi Diri Sendiri</strong></p>
<p>Setidaknya ada 3 hal yang bisa kita dapatkan saat kita menjadi seorang yang Excellence:</p>
<p><em>Success: excellence will bring you many opportunities and rewards in due time</em></p>
<p>Edward D’Bono, dalam bukunya Lateral Thinking, pernah mengulas ada 4 hal yang dapat membuat seseorang sukses, yaitu “Luck” (keberuntungan), “Very Talented” (sangat berbakat), “You are on Growing Business Sector” (anda sukses karena berada di bisnis yang sedang berkembang) dan “You are little bit mad” (anda harus sedikit ‘gila’ kalau ingin meraih sukses). </p>
<p>Menarik untuk dilihat melihat lebih dalam bagaimana faktor “Luck” berperanan dalam keberhasilan dari orang-orang yang Excellence ini.</p>
<p>Apa sebetulnya keberuntungan itu? Apakah keberuntungan adalah hasil ‘konspirasi’ alam semesta sehinga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkannya (seperti Untung Angsa)?</p>
<p>Saya pribadi percaya bahwa keberuntungan adalah hasil pertemuan antara kesempatan dan persiapan. Dan kesempatan ini bisa jadi diberikan kepada banyak orang. Tinggal bagaimana orang itu siap atau tidak untuk mengambil kesempatan yang ada.</p>
<p>Salah satu kesamaan dari orang-orang yang Excellence adalah mereka selalu mempersiapkan dirinya setiap saat sehingga mereka selalu siap kapanpun kesempatan itu datang.</p>
<p>Saya mempunyai seorang teman yang berhasil mendapatkan beasiswa Master ke Eropa. Apa rahasia dari keberhasilan teman saya ini? Apakah karena teman saya ini lebih ‘beruntung’ dibandingkan dengan pelamar lainnya?</p>
<p>Coba kita jawab pertanyaan ini dengan melihat komponen penyusun dari keberuntungan yaitu kesempatan dan persiapan.</p>
<p>Pertama, kesempatan. Saya pikir semua pelamar mendapatkan kesempatan yang untuk memperoleh beasiswa itu, terlepas dari besar kecilnya kesempatan itu, yang ditentukan juga oleh banyak hal seperti prestasi akademis, pengalaman organisasi, dsb.</p>
<p>Kedua, persiapan. Saya pikir sepertinya di sinilah kunci keberhasilan teman saya memperoleh beasiswa tersebut. Saya pernah menonton wawancara dari seorang profil penulis novel Negeri Sembilan Menara (saya lupa nama penulisnya – efek penuaan dini :p), yang dirinya pernah mendapatkan banyak beasiswa (minimal 9 beasiswa sepertinya, beberapa cukup besar sepert Fulbright dan Chevening).</p>
<p>Ketika ditanya apa rahasianya, penulis novel ini memberikan komentar yang cukup menarik yaitu bahwa sebenarnya beasiswa itu bukan hanya bisa didapatkan oleh orang pintar saja, tapi beasiswa itu sebenarnya adalah milik orang-orang yang mau berusaha lebih dibandingkan orang lainnya (salah satu karakteristik orang Excellence).</p>
<p>Memang saya pribadi merasakan betul tidak mudahnya untuk mencari beasiswa. Yang tersulit bisa jadi bukan untuk membuat essay atau persyaratan lainnya, tapi mengalahkan rasa malas untuk mencari informasi beasiswa. Terbukti sampai sekarang banyak kesempatan beasiswa yang terlewatkan begitu saja karena saya yang malas mempersiapkan diri (‘resolusi’ ambil TOEFL dari tahun kemarin saja masih belum terwujud sampai sekarang :p).</p>
<p>Beda dengan teman saya ini yang sudah secara konsisten dan persisten mempersiapkan dirinya. Dari blog-nya, kita bisa tahu bagaimana dirinya sudah berkali-kali mencoba mendaftar ke mungkin berbelas-belas program beasiswa sebelum akhirnya berhasil. Dengan ‘jam terbang’ yang semakin tinggi, tidak heran kalau dirinya jadi semakin siap dan pada akhirnya berhasil mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.</p>
<p><em>Bersambung…</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=108&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2011/03/19/why-excellence/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Decoding Excellence: What is Excellence?</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2011/03/19/decoding-excellence-what-is-excellence/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2011/03/19/decoding-excellence-what-is-excellence/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 15:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terbayang dalam pikiran kita ketika mendengar kata ‘Excellence’? Sesuatu yang sempurna? Sesuatu yang luar biasa? Cukup sulit sebenarnya untuk mencari padanan kata yang pas dalam bahasa Indonesia yang bisa mewakili kata ‘Excellence’ ini. Untuk kesempurnaan, bahasa Inggris mempunyai kata ‘Perfection’. Untuk sesuatu yang luar biasa, biasanya digunakan kata ‘Extraordinary’. Jadi, apa sebenarnya ‘Excellence’ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=103&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terbayang dalam pikiran kita ketika mendengar kata ‘Excellence’? Sesuatu yang sempurna? Sesuatu yang luar biasa?</p>
<p>Cukup sulit sebenarnya untuk mencari padanan kata yang pas dalam bahasa Indonesia yang bisa mewakili kata ‘Excellence’ ini. Untuk kesempurnaan, bahasa Inggris mempunyai kata ‘Perfection’. Untuk sesuatu yang luar biasa, biasanya digunakan kata ‘Extraordinary’. Jadi, apa sebenarnya ‘Excellence’ itu?</p>
<p>Saya baru saja mengikuti suatu diskusi yang membahas mengenai topik ‘Excellence’ ini. Dalam diskusi ini, dibahas apa itu ‘Excellence’, mengapa harus ‘Excellence’, dan bagaimana caranya supaya kita bisa ‘Excellence’ dalam hidup kita. Topik ‘Excellence’ ini tidak hanya bisa diaplikasikan dalam dunia kerja saja tapi juga dalam keseharian kita. Lewat tulisan ini, saya ingin sharing hal-hal yang saya dapatkan dari diskusi tersebut.</p>
<p><strong>Apa itu ‘Excellence’? </strong></p>
<p>Definisi ‘Excellence’ bisa jadi berbeda bagi setiap orang. Berikut adalah beberapa definisi ‘Excellence’ yang muncul pada saat diskusi.</p>
<p><strong>‘Excellence’ adalah sesuatu yang lebih dari rata-rata, standar atau ekspetasi yang berlaku saat itu</strong></p>
<p>Hanya kepada seseorang atau sesuatu hal yang di atas rata-rata saja lah, kita memberikan kata ‘Excellence’. Contohnya, dari sekian banyak atlet basket yang bermain di NBA, kita menyebut Michael Jordan sebagai atlet yang ‘Excellence’ karena berbagai prestasinya yang superior di olahraga basket. Hal yang sama berlaku juga saat kita menyebut Leonardo da Vinci dengan lukisan Mona Lisa nya, atau Shakespeare dengan kumpulan puisi dan dramanya. Karya-karya mereka disebut ‘Excellence’ karena dianggap sebagai yang terbaik di zamannya.</p>
<p><strong>‘Excellence’ adalah sesuatu yang bersifat dinamis dan relatif</strong></p>
<p>Apa yang ‘Excellence’ saat ini bisa jadi sesuatu yang biasa di masa depan karena adanya standar baru. Contohnya, saat perusahaan pesaing mulai membuat hal yang serupa, perusahaan berbasis inovasi seperti Apple, secara berkala selalu mengembangkan dan menyempurnakan produk-produknya. Tujuannya adalah agar produknya dapat tetap ‘Excellence’ di mata customer-nya.</p>
<p><strong>‘Excellence’ adalah suatu pola pikir (mind set/mental process) mengenai hal yang  ideal</strong></p>
<p>‘Excellence’ diawali dalam pikiran seseorang. Maksudnya, untuk menjadi ‘Excellence’, seseorang harus memiliki pemikiran mengenai sesuatu yang ideal terlebih dahulu. Dengan adanya pola pikir semacam ini, seseorang akan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dan terbaik untuk mencapai kondisi ideal tersebut.</p>
<p>Dalam konteks ini, ‘Excellence’ sekaligus menjadi suatu hal yang utopia karena seperti halnya kesempurnaan, usaha untuk mencapai ‘Excellence’ tidak dapat (akan pernah) berhenti dilakukan. ‘Excellence’ adalah suatu hal yang harus selalu dikejar.</p>
<p><strong>‘Excellence’ tidak melulu berurusan dengan hal-hal yang besar</strong></p>
<p>Hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten pun dapat memiliki dampak yang luar biasa. Contohnya, pengelola Bandara Changi di Singapura menyediakan candy bar untuk para pengunjung bandara tersebut. Hal yang kecil tapi menjadi suatu layanan yang ‘Excellence’ karena tidak ada bandara lain yang menyediakan layanan serupa.</p>
<p>Jadi, menurut anda, apa itu ‘Excellence’?</p>
<p><em>Tulisan ini masih akan berlanjut untuk membahas mengenai “Mengapa harus ‘Excellence’?” dan “Bagaimana caranya supaya ‘Excellence’?”.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=103&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2011/03/19/decoding-excellence-what-is-excellence/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Basketball Card Collection</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2010/11/04/basketball-card-collection/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2010/11/04/basketball-card-collection/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 03:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Basketball Card]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Basket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Waktu kecil, saya suka mengoleksi kartu pemain-pemain basket. Maklum dari kecil sudah suka sama basket. Jadi, segala sesuatu yang berhubungan sama basket pasti suka. Walaupun sekarang sudah tidak mengoleksi lagi, saya masih menyimpan beberapa koleksi kartu favorit saya. Buat orang yang tidak suka basket mungkin bingung buat apa sih kartu kayak gini dikoleksi. Tapi, ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=100&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu kecil, saya suka mengoleksi kartu pemain-pemain basket. Maklum dari kecil sudah suka sama basket. Jadi, segala sesuatu yang berhubungan sama basket pasti suka. Walaupun sekarang sudah tidak mengoleksi lagi, saya masih menyimpan beberapa koleksi kartu favorit saya.</p>
<p>Buat orang yang tidak suka basket mungkin bingung buat apa sih kartu kayak gini dikoleksi. Tapi, ternyata koleksi kartu basket tidak cuman buat hobi atau kesenangan saja. Ternyata koleksi kartu basket bisa jadi suatu bentuk investasi. Contohnya, kartu pertama Michael Jordan yang bisa sampai bernilai 2.5 juta dollar!</p>
<p>Memang sekarang ini, sepertinya udah jarang orang yang punya hobi koleksi kartu basket. Mungkin salah satu alasannya adalah sekarang sudah jarang ada yang jualnya. Kalau dulu, kartu basket bisa gampang dibeli di toko-toko olahraga. Kalau sekarang, kolektor kartu basket di Indo paling hanya bisa berburu lewat eBay atau titip teman yang kebetulan sedang keluar negeri.</p>
<p>Ternyata nilai sebuah kartu ditentukan oleh banyak faktor. Faktor paling utama adalah pemainnya, makin terkenal pemainnya, makin tinggi juga nilai kartunya. Apalagi kalau pemain itu tergolong pemain legenda jaman jadul kaya Wilt Chamberlain atau Kareem Abdul Jabar. Salah satu kartu pemain legenda yang saya punya adalah kartu Larry Bird.</p>
<p>Faktor kedua adalah tahun terbit dari kartu tersebut. Kayak barang antik, makin tua umur tuh kartu, bisa makin tinggi juga harganya. Koleksi kartu basket ‘tertua’ saya adalah kartu Michael Jordan, Karl Malone dan Hakeem Olajuwon terbitan tahun 1980an.</p>
<p>Masih berhubungan dengan faktor kedua, faktor ketiga adalah kondisi kartu. Kartu yang bagus adalah yang masih dalam kondisi licin (tidak tertekuk), tidak berubah warna (biasa kartu yang tidak disimpan baik bisa berubah warna jadi kekuningan). Kartu yang tertekuk sedikit saja bisa menjatuhkan harga kartu. Makanya tidak heran kalau para kolektor kartu biasanya punya tempat khusus untuk menyimpan kartu-kartunya. Kalau saya sendiri hanya taruh kartu-kartu di ablum plastik khusus kartu basket.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=100&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2010/11/04/basketball-card-collection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tan Malaka</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2010/10/29/tan-malaka/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2010/10/29/tan-malaka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 03:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Sjahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Tan Malaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Tan Malaka. Tidak banyak orang yang mengenal namanya. Tidak mengherankan karena sudah berpuluh tahun, namanya dihapus dari buku pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah. Jangan-jangan banyak guru pelajaran sejarah di sekolah yang juga tidak pernah mendengar tentang Tan Malaka. Ironis. Mengingat apa yang telah dikontribusikan Tan Malaka bagi republik ini. Sejatinya, kisah heroik Tan Malaka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=92&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tan Malaka. Tidak banyak orang yang mengenal namanya. Tidak mengherankan karena sudah berpuluh tahun, namanya dihapus dari buku pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah. Jangan-jangan banyak guru pelajaran sejarah di sekolah yang juga tidak pernah mendengar tentang Tan Malaka. Ironis. Mengingat apa yang telah dikontribusikan Tan Malaka bagi republik ini.</p>
<p>Sejatinya, kisah heroik Tan Malaka tidak kalah dari kisah hidup tokoh geriliawan revolusioner dunia lainnya macam Che Guevera, Fidel Castro atau Sun Yat Sen. Perjalanan hidup Tan Malaka diwarnai dengan berbagai pertualangan yang (ada yang menyebutnya) lebih dahsyat dari fiksi!</p>
<p>Sepanjang hidupnya, Tan Malaka sudah bertualang ke 11 negara, menjalani 89 ribu kilometer (yang setara dengan dua kali keliling bumi). Menguasai 8 bahasa di antaranya bahasa Belanda, Rusia dan Mandarin. Memiliki 23 nama samaran. 13 kali masuk penjara di Jawa, Filipina dan Hongkong. Pernah menjalani 5 pekerjaan sebagai guru, penulis lepas, kerani, mandor sampai tukang jahit.</p>
<p>Siapa sebenarnya Tan Malaka? Apa kontribusinya bagi Nagari?</p>
<p>Tan Malaka adalah orang pertama yang menulis tentang konsep Republik Indonesia. Tan Malaka menulis Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) dan Massa Actie (Aksi Massa) pada tahun 1925 dan 1926, jauh lebih dulu dari Mohammad Hatta menulis Indonesia Vrije (Indonesia Merdeka) atau Seokarno yang menulis Menuju Indonesia Merdeka.</p>
<p>Kedua buku Tan Malaka ini, bisa dibilang, telah menjadi sumber inspirasi bagi tokoh-tokoh pergerakan waktu itu yang membawa kedua buku itu dalam saku mereka. W.R. Supratman sampai memasukkan kalimat “Indonesia tumpah darahku” dari buku Massa Actie ke dalam lagu ciptaannya, Indonesia Raya.</p>
<p>Tan Malaka adalah calon penerus pemimpin perjuangan. Soekarno pernah membuat sebuah testamen politik yang isinya menyatakan kalau Soekarno dan Hatta tidak sanggup menjalankan pemerintahan lagi, pimpinan perjuangan akan diteruskan oleh Tan Malaka.</p>
<p>Belakangan, Hatta yang berseberangan ideologis dengan Tan Malaka (yang berhaluan komunis), meminta supaya jangan hanya Tan Malaka saja yang diberikan wewenang ini sehingga akhirnya selain Tan Malaka, ada juga nama Iwa Koesoema, Sjahrir dan Wongsonegoro demi mewakili kepentingan semua kelompok.</p>
<p>Tan Malaka adalah seorang revolusioner yang tidak mengenal kata kompromi. Tan Malaka menolak segala bentuk kompromi dengan penjajah. Tan Malaka menghendaki kemerdekaan sepenuhnya, kemerdekaan 100 persen. Prinsip ini yang membuatnya kemudian dekat dengan Jendral Soedirman yang berprinsip “lebih baik diatom (dibom atom) daripada merdeka kurang dari 100 persen.”</p>
<p>Sebaliknya, prinsip ini juga yang membuat Tan Malaka kemudian akhirnya kecewa dengan Soekarno-Hatta yang dianggapnya masih banyak berkolaborasi dengan bangsa penjajah. Dalam satu kesempatan, Tan Malaka pernah mendebat Soekarno yang berpendapat bahwa Indonesia harus menghormati jasa Jepang menyingkirkan tentara Belanda dan Sekutu. Tan Malaka berpendapat lain. Baginya kemerdekaan Indonesia harus ditentukan oleh bangsa Indonesia sendiri.</p>
<p>Tan Malaka adalah seorang cendekiawan ulung. Tan Malaka menyumbangkan karya pemikirannya yang orisinal melalui buku yang ditulis selama masa persembunyiannya dari Kempetai, polisi rahasia Jepang. Buku itu berjudul Madilog (Materialisme, Dialektika dan Logika).</p>
<p>Melalui Madilog, Tan Malaka  mencoba memperkenalkan cara berpikir yang realistis dan sistematis, bukan dogmatis, dengan tujuan untuk menghilangkan cara berpikir takhayul, nilai-nilai feodalisme dan mental budak yang masih diidap oleh bangsa Indonesia waktu itu.</p>
<p>Tan Malaka juga adalah bukan seorang penggila kekuasaan. Tebukti, Tan Malaka pernah dua kali menolak kesempatan emas untuk tampil di panggung politik. Yang pertama saat Tan Malaka menolak tawaran Soekarno menduduki suatu jabatan tidak resmi di luar kabinet. Kedua, Sjahrir menawarinya menduduki posisi ketua Partai Sosialis. Kedua jabatan ini ditolak karena keengganannya untuk berkompromi dengan idealismenya.</p>
<p>Banyak lagi sebenarnya yang hal yang bisa ditulis tentang Tan Malaka. Tan Malaka telah mewariskan banyak pemikiran brilian yang masih relevan untuk menjawab tantangan masa kini.</p>
<p>Tembagapura, 21 Oktober 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=92&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2010/10/29/tan-malaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mafia Leadership</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2010/10/20/mafia-leadership/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2010/10/20/mafia-leadership/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 08:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Mafia Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[The Godfather]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang belum pernah nonton The Godfather? Kalau belum, sangat direkomendasikan untuk segera mencari DVD film keluaran tahun 1972 ini di Mangga Dua, Glodok atau di toko DVD bajakan kesayangan anda lainnya. Oh yah, cari yang sudah High Definition, jangan yang masih hitam putih atau bisu. Saya sendiri baru saja menonton instalmen pertama dari trilogi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=87&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang belum pernah nonton The Godfather? Kalau belum, sangat direkomendasikan untuk segera mencari DVD film keluaran tahun 1972 ini di Mangga Dua, Glodok atau di toko DVD bajakan kesayangan anda lainnya. Oh yah, cari yang sudah High Definition, jangan yang masih hitam putih atau bisu.</p>
<p>Saya sendiri baru saja menonton instalmen pertama dari trilogi film ini, dan sedikit menyesal kenapa baru sekarang menonton film sebagus ini. Sebagus itukah? Banget. Lebay.</p>
<p>The Godfather mengandung semua bahan baku yang diperlukan untuk menjadikannya sebagai salah satu tontonan yang tak lekang oleh waktu. Mario Puzo, sang penulis novel, berhasil menceritakan sisi lain dari kehidupan sebuah keluarga mafia Sisilia di New York. The Godfather berhasil menciptakan “blue ocean” nya di antara kerumunan film-film mafia dan gangster yang banyak diproduksi di masa itu.</p>
<p>Alur cerita yang beda ini juga direkonstruksikan dengan indah oleh sang sutradara, Francis Ford Coppolla. Dengan kejeniusannya, Francis Ford Coppolla sukses membuat film ini tetap abadi dan keren untuk ditonton, bahkan setelah lebih dari 30 tahun saat film ini dirilis pertama kali.</p>
<p>Akting yang ciamik dari para pemeran dalam film ini juga menjadi salah satu komponen vital kesuksesan film ini. Marlon Brando sampai-sampai diganjar dengan Piala Oscar sebagai aktor terbaik untuk perannya sebagai Don Vito Corleone, sang godfather yang dingin dan garang di hadapan lawan-lawan dan anak buahnya, tapi penuh kehangatan saat bersama istri, anak dan cucunya. So tweet.</p>
<p>Setelah menonton film ini, saya menemukan setidaknya ada dua seni kepemimpinan ala “mafia” yang mungkin cukup relevan untuk dijewantahkan oleh setiap orang-orang yang saat ini berakting sebagai pemimpin baik itu pemimpin di perusahaan terbuka, perusahaan tertutup, CV sampai koperasi.</p>
<p>Berikut adalah dua seni kepemimpinan ala “mafia” yang saya dapatkan dari film ini.</p>
<p>Prinsip #1 “I will offer you an offer that you cannot refuse”.</p>
<p>Kalimat ini paling sering dibunyikan sepanjang film. Godfather tidak mengenal kata tidak. Apa yang diinginkan, harus didapat. Dengan cara apapun, dari yang legal sampai yang (lebih sering) kriminal dilakukan. Diktator rasanya kata yang tidak lebih dan tidak kurang untuk mengambarkan sosok seperti apa godfather itu.</p>
<p>Selama ini, mungkin kita selalu melihat kediktaktoran sebagai sesuatu yang buruk. Tapi apakah benar sepenuhnya demikian? Hm, ternyata tidak juga. Kediktatoran bisa saja menjadi sesuatu yang baik dan bahkan diperlukan. Tidak percaya? Ambil contoh Lee Kuan Yew.</p>
<p>Setelah memisahkan diri dari Malaysia pada tahun 1965, Lee Kuan Yew menyadari dengan luas negara yang kecil, jumlah penduduk yang sedikit dan sumber daya alam yang miskin, Singapura akan sulit bersaing dengan negara lain.</p>
<p>Dalam situasi seperti itu, Lee Kuan Yew berpandangan bahwa satu-satunya keunggulan kompetitif dan komparatif Singapura harusnya ada dalam diri orang-orangnya. Lee Kuan Yew pun segera mengambil banyak kebijakan radikal yang bertujuan mendisiplinkan dan mengembangkan warganya (salah satu kebijakan yang dikeluhkan oleh seorang teman dari Singapura adalah larangan memakan permen karet). Berbagai pembatasan, peraturan dan pasal-pasal mulai diberlakukan. Bagi yang melanggar sudah menunggu berbagai denda dan hukuman.</p>
<p>Dari contoh ini, Lee Kuan Yew berperan seperti halnya seorang godfather yang ‘memaksakan’ sesuatu yang tidak dapat ditolak oleh warganya. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, semuanya harus patuh. Pastinya banyak orang yang tidak suka dengan pengekangan seperti itu. Walaupun begitu, lambat laun mereka menyadari manfaat yang didapat dari peraturan-peraturan itu.</p>
<p>Sekarang, berkat kebijakan-kebijakan Lee Kuan Yew, Singapura berhasil menjadi negara yang sangat maju, bahkan dalam beberapa hal jauh meninggalkan negara jirannya.</p>
<p>Mungkin benar juga kutipan yang mengatakan kalau seorang pemimpin, harus siap menanggung resiko tidak disukai karena kebijakan tidak populer yang diambilnya, sekalipun kebijakan itu untuk kemaslahatan orang-orang yang dipimpinnya.</p>
<p>Ambil contoh, sekarang ini warga Jakarta sedang senang-senangnya mengkritik bapak gubenur karena dianggap tidak mampu menyelesaikan permasalahan kronis di ibukota seperti kemacetan.</p>
<p>Tanpa bermaksud untuk mengajari “sang ahli”, saya berpikir untuk menyelesaikan masalah di Jakarta ini, tidak cukup lagi mengandalkan kebijakan seperti yang diajarkan di buku-buku textbook keluaran universitas di Jerman.</p>
<p>Jakarta membutuhkan kebijakan yang lebih radikal! Kebijakan yang mungkin (atau pasti) akan mendapatkan banyak tentangan dan cemoohan dari masyarakat (seperti menaikkan biaya parkir; saya sendiri tidak berpikir cara ini dapat mengatasi kemacetan di Jakarta selama transportasi umum masih buruk seperti sekarang), tapi dalam jangka panjang bisa menyelamatkan Jakarta dari kelumpuhan total.</p>
<p>Memang tidak mudah, butuh urat nyali yang besar untuk ‘memaksa’ orang lain untuk melakukan apa yang kita mau.</p>
<p>Prinsip #2 “It’s not personal, it’s strictly a business”.</p>
<p>Seperti mafia pada umumnya, roda bisnis Don Corleone pun digerakkan dari perjudian, prostitusi dan minuman keras. Tapi, berbeda dengan mafia lainnya, Don Corleone menghindari memasuki bisnis narkotika. Bukan karena alasan moral, tapi semata-mata karena pertimbangan bisnis.</p>
<p>Kenapa demikian? Bukankah bisnis narkotika adalah bisnis yang dapat mendatangkan kekayaan dan kekuasaan yang lebih besar untuk dirinya?</p>
<p>Alasannya sederhana. Don Corleone menyadari kalau para polisi dan hakim yang selama ini melindungi dirinya, akan menarik dukungannya kalau sudah berhubungan dengan narkotika. Demi menghindari potensi masalah di masa depan, Don Corleone pun menolak tawaran Sollozzo untuk bermitra dalam bisnis narkotika.</p>
<p>Pada waktu menjabat sebagai gubernur Jakarta, Ali Sadikin, dihadapkan dengan sejuta persoalan di ibukota. Kriminalitas yang tinggi, perekonomian yang lesu adalah beberapa diantaranya. Bang Ali, panggilan Ali Sadikin, juga tidak bisa berbuat banyak membenahi masalah di Jakarta mengingat pendapatan asli daerah waktu itu yang hanya 66 juta rupiah.</p>
<p>Pada waktu itu, Bang Ali mendapat kabar kalau banyak perjudian ilegal dilakukan di Jakarta. Kemudian timbul ide dari Bang Ali untukmenjadikan perjudian ini sebagai sesuatu yang legal sehingga pemda pun bisa diuntungkan dari retribusi perjudian ini. Dari dana ini, Jakarta pun bisa diubah menjadi kota yang lebih baik dari sebelumnya kota yang kumuh. Dengan cara ini pula, pemda dapat lebih mengontrol kegiatan perjudian di ibukota.</p>
<p>Sewaktu Bang Ali menjabat, di Jakarta juga baru saja didirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta oleh Adnan Buyung Nasution dan Majalah Tempo oleh Goenawan Mohammad (penulis favorit saya!). Bang Ali menjadi donatur untuk kedua lembaga ini.</p>
<p>Walaupun berstatus sebagai donatur, ternyata tidak membuat Bang Ali dan lembaga yang dimpimpinnya luput dari kritikan kedua lembaga ini. Walaupun dikritik terus menerus, Bang Ali tidak berhenti menjadi donatur. Kenapa begitu? Di sinilah terletak kejeniusan Bang Ali.</p>
<p>Bang Ali sadar kalau lembaga yang dipimpinnya rentan dengan berbagai bentuk penyelewengan. Untuk menjaga agar lembaganya tetap berada di rel yang benar, perlu ada pihak luar yang berperan sebagai “watchdog”.</p>
<p>Dengan adanya pengawasan dari pihak luar, Bang Ali justru diuntungkan karena dia tidak perlu menghabiskan bujet untuk mengawasi kegiatan operasional di lembaganya. Pemberitaan pers terbukti menjadi bentuk pengawasan yang efektif.</p>
<p>Dari kedua kasus di atas, Bang Ali sanggup mensegregasi antara hal personal dengan kepentingan ‘bisnis’. Secara personal, bisa saja Bang Ali menolak untuk melegalkan perjudian atau menjadi donatur lembaga yang ‘menjatuhkan’ dirinya. Tapi hal itu tidak dilakukan karena Bang Ali mengarahkan pandangannya pada hal yang lebih luas kepentingan pandangan pribadinya.</p>
<p>Suatu hal yang tidak mudah, tapi penting untuk dipelajari.</p>
<p>Tembagapura, 19 Oktober 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=87&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2010/10/20/mafia-leadership/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Just in Time</title>
		<link>http://tjokricky.wordpress.com/2010/08/02/just-in-time/</link>
		<comments>http://tjokricky.wordpress.com/2010/08/02/just-in-time/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 03:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tjok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Accenture High Performer Scholarship]]></category>
		<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Just in Time]]></category>
		<category><![CDATA[Scholarship]]></category>
		<category><![CDATA[Testimonial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjokricky.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[When I was in my sophomore year, my dad got stroke after he fell in the bathroom. Since then, he had to be hospitalized and was unable to work again. This has caused our family to struggle with the financial difficulties. We had to sell our car to pay the medical treatment cost.  And, my [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=83&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>When I was in my sophomore year, my dad got stroke after he fell in the bathroom. Since then, he had to be hospitalized and was unable to work again. This has caused our family to struggle with the financial difficulties. We had to sell our car to pay the medical treatment cost.  And, my sister who just graduated from high school had to postpone her study to university.</p>
<p>Of course, we were very worried at that time, but we believed that God has the power to solve our problems and to do the impossible. And, we found that our faith in Him was not useless. He had showed us His guidance and blessings at those difficult times.</p>
<p>After being in a coma for several days, my dad had recovered and several weeks later, he could go home. Today, my dad’s health has been improved much better since that time. He can speak and walk although he does it at a slow tempo. Praise the Lord!</p>
<p>Another God’s blessing that I had experienced, at that time, was when I got a scholarship while on campus. I believed that it’s only because of His blessing that I could get the scholarship. There were several things that made me sure that it’s a ‘miracle’ from God:</p>
<p>First, the scholarship was applicable only for a sophomore student (which fitted to my profile). Second, the scholarship had just been reactivated in that year (after several vacuum years). Third, it covered the tuition fee for the next four semesters. Fourth, I remembered that after the interview, I said to my mom that I was confident to win the scholarship (even though I realized that the competition to win the scholarship was quite though; the scholarship was only rewarded to 3 recipients from three faculties, so one recipient for each faculty). Fifth, I’d already known the company profile who gave the scholarship since I was in high school from the magazine that I used to read (I thought it had become a plus point in my interview).</p>
<p>From this experience (and many other experiences), let us remember that we have someone to rely on with all our problems – someone who has unlimited power and unlimited love for us. We can cast all our cares upon the Lord, and He will take care of us. Remember to go to Him the next time we are feeling unhappy, lonely, or depressed. Be blessed! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Note: btw, today I work for the company who had given me the scholarship. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tjokricky.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tjokricky.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tjokricky.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tjokricky.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tjokricky.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tjokricky.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tjokricky.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tjokricky.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tjokricky.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tjokricky.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tjokricky.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tjokricky.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tjokricky.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tjokricky.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tjokricky.wordpress.com&amp;blog=3723160&amp;post=83&amp;subd=tjokricky&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjokricky.wordpress.com/2010/08/02/just-in-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e2fbf6280fe5e168ecd412014619ee6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tjok</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
