Pada hari Senin kemarin, saya mendapatkan kesempatan mengikuti proses Case interview untuk posisi sebagai business analyst di MarkPlus&Co. Saya menjalani dua kali Case interview. Untuk case interview yang pertama, diberikan kasus mengenai rencana pembangunan Giant di Ciputra World. Ada 3 pertanyaan utama yang harus dijawab dalam case interview ini:

1. Berapa omset per tahun yang bisa didapatkan oleh Giant?

2. Bagaimana mengetahui pembangunan Giant feasible atau tidak? Kriteria apa yang harus diperhatikan?

3. Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan omset yang ada sekarang menjadi dua kali lipatnya? Dan apa hambatan yang mungkin akan dihadapi untuk mencapai objektif tersebut?

Untuk case interview yang kedua, saya diwawancari oleh Michael Hermawan. Cukup kaget juga waktu itu saat tahu yang akan mewawancara saya adalah Michael Hermawan. Sebelumnya, saya sudah cukup familiar dengan nama ini dari buku-buku yang diterbitkan oleh MarkPlus Inc, ditambah lagi dia adalah putra dari Hermawan Kertajaya.Wow! saya pikir ini kesempatan yang jarang untuk bisa bertemu dan melakukan case interview dengannya.

Kasus untuk case interview yang kedua adalah mengenai bagaimana positioning terhadap merek Lexus harus dilakukan untuk dapat mendapatkan posisi top 3 pasar mobil mewah .Untuk informasi , Lexus adalah brand mobil mewah keluaran dari Toyota yang sukses di mancanegara. Melihat kesuksesan tersebut, Toyota Jepang menginginkan agar produk ini dipasarkan di Indonesia. Permasalahannya adalah ,sebagai produk baru, Lexus menghadapi persaingan yang sangat ketat dari brand mobil mewah lainnya yang sudah lebih dulu masuk di pasar otomotif dalam negeri. Manajemen Toyota Astra menyadari benar hal tersebut sehingga untuk tahun-tahun awal mereka hanya mentargetkan mencapai posisi 3 besar di bawah Mercedes dan BMW.

Setelah memberikan overview di atas, saya diberikan kesempatan untuk membuat struktur analisa masalah selama 3 menit. Setelah itu, mulailah proses diskusi dilakukan. Selama diskusi berlangsung, sang interviewer akan terus-menerus menchallenge ide pemikiran kita. Saya tidak tahu apakah saya berhasil untuk membuat dia terkesan dengan pemikiran saya selama diskusi berlangsung. Tapi yang pasti, saya merasa cukup puas karena bisa bertemu dan berdiskusi langsung mengenai suatu studi kasus pemasaran dengan seorang yang memang pakar di bidangnya.

Hal yang mungkin bisa saya bagikan setelah mengikuti case interview ini adalah:

1. Jangan ragu untuk bertanya soal informasi yang tidak lengkap karena seringkali sang interviewer sengaja untuk tidak memberikan informasi secara lengkap. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat seberapa jauh logika dan kreativitas kita dalam memecahkan suatu masalah. Ada juga informasi yang harus kita asumsikan sendiri. Misalnya,untuk mencari berapa omset per tahun dari Giant saya hanya diberikan informasi jumlah kasir yang ada, spending per customer,dsb. Untuk menjawab pertanyaan ini, saya melakukan asumsi-asumsi seperti saya asumsikan jumlah pengunjung tiap harinya, jumlah pengunjung yang berbeda pada weekday dan weekend, dsb.

2. Be Creative! Ingat dalam sebuah case interview tidak ada satu jawaban yang pasti. Bahkan bisa jadi si interviewernya sendiri tidak tahu jawaban pastinya. So, jangan ragu untuk mencoba jawaban yang sekreatif mungkin (dan yang logis juga tentunya). Kenapa jawaban kita harus kreatif malahan kalo bisa sedikit nyeleneh? Ini untuk memberikan kesan yang berbeda dengan jawaban calon pegawai lainnya. Coba bayangin aja kalo dari 100 orang pelamar, 99 orang punya jawaban yang seragam dan “lurus-lurus” aja, tapi kemudian ada 1 orang yang jawabannya beda sendiri dan logis, pasti orang ini yang akan diterima. Untuk memperjelasnya, ada suatu cerita yang pernah saya dapatkan dari sebuah email. Pasti banyak dari kita yang mengenal perusahaan yang bernama PT.Astra International. Perusahaan ini dalam beberapa kali survey terpilih menjadi perusahaan idaman untuk bekerja.

Suatu waktu, di Astra International dilakukan proses recruitment. Para calon pegawainya diberikan sebuah studi kasus seperti ini:

Anda sedang mengendarai sebuah sepeda motor datang suatu wilayah yang sedang terkena bencana. Nah, di sana, anda bertemu dengan 3 orang yaitu seorang kakek, seorang dokter, dan seorang kekasih anda. Oleh karena anda hanya mengendarai sepeda motor, anda hanya dapat membawa satu orang saja sebagai penumpang untuk dibawa dari lokasi bencana tersebut. Nah, pertanyannya adalah siapa yang akan anda bawa dari antara ketiga orang tersebut? Dan kenapa?

Apabila anda ditanya pertanyaan seperti itu, jawaban apa yang akan anda berikan? Mau tahu jawaban dari para calon pegawai itu:

- Sepertiganya menjawab akan membawa si kakek. Alasannya, ya iyalah masa orangtua gak ditolong, bisa kualat atuh.

- Sepertiganya lagi menjawab akan bawa si dokter. Alasannya, kalo dokter yang ditolong, nantinya dokter ini bisa menolong banyak orang lainnya yang saat ini sedang terkena bencana alam

- Sepertiganya lagi menjawab akan membawa si kekasih. Alasannya simple, masa kekasih sendiri gak dibawa.

Nah, menurut anda mana dari ketiga jawaban calon pegawai di atas yang diterima bekerja. Kalo dilihat, semua jawaban yang diberikan oleh masing-masing golongan make sense semua. Tapi ternyata tidak ada di antara mereka semua yang diterima bekerja kecuali satu orang..yup hanya satu orang akhirnya diterima bekerja dan anda tahu apa jawaban orang itu. Dia menjawab seperti ini “Saya akan menyerahkan sepeda motor saya untuk dipakai oleh si dokter dan si kakek. Sementara itu, saya akan menunggu di lokasi tersebut bersama kekasih saya bantuan selanjutnya. Apabila tidak ada bantuan yang datang lagi, setidaknya saya meninggal bersama orang yang saya kasihi”. So sweet..hahaha..Bagaimana menurut anda? kreatif bukan jawabannya..Dan mungkin anda pernah mendengar nama orang yang berhasil menjawab pertanyaan tersebut yaitu Rini Suwandi. Yup, Rini Suwandi pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan saat ini menjadi pimpinan perusahaan otomotif Kanzen. So, be creative lah dalam menjawab pertanyaan.

3. Biasanya dalam menjawab pertanyaan yang ada, kita diberi kesempatan untuk berpikir. Gunakanlah alat bantu seperti kertas, jika diperbolehkan, untuk membreakdown pemikiran anda. Hal ini sangat efektif saya rasakan untuk membuat analisa kita menjadi lebih sistematis dan mencegah supaya tidak ada hal penting yang terlewatkan untuk disampaikan. Bisa juga sebenarnya kalau anda mempersiapkan semacam template untuk menjawab kasus yang ada. Misalnya, menggunakan metode 5w+1H. Dalam case interview MarkPlus saya sebenarnya sempat terpikir untuk menggunakan Porter’s 5 Competitive Force Analysis. Tapi gara-gara tidak dipersiapkan sebelumnya, jadi lupa deh..hehehehe

4.Selama case interview berlangsung, sang interviewer juga ingin melihat kemampuan kita untuk berargumentasi. Untuk itu, dia akan banyak menyerang ide-ide kita. Jangan panik apalagi terbawa emosi. Jawab dengan tenang sambil memperkuat argumentasi kita.

5.Perhatikan body language kita selama case interview berlangsung. Adakan kontak mata dengan interviewer. Posisi duduk sebaiknya tegak. Buat berapa dari kita, tanpa disadari, dalam kondisi panik, seringkali melakukan gerakan yang aneh dan tidak perlu seperti memainkan rambut, memainkan pulpen, dsb. Kalau anda termasuk orang yang seperti itu, kuasai diri anda. Salah satu cara yang biasa saya lakukan adalah dengan merapatkan kedua telapak tangan saya. cara ini membantu saya untuk tidak melakukan gerakan yang tidak perlu dan aneh..hehehehe

6. Last but not least..Sarapan,sarapan,sarapan. Ada banyak dari kita yang mungkin karena terlalu gugup sebelum interview menjadi melewatkan sarapan. Don’t do that..Waktu interview di MarkPlus, awalnya saya pikir prosesnya hanya sebentar. Jadinya dari rumah tidak sarapan terlebih dahulu. Ternyata hari itu proses interviewnya berjalan cukup lama. Waktu itu mulai dari pukul 10 pagi sampai 2 siang. so, sarapan is really important..(ini namanya Bahasa English..kwakakakaka).

So, mudah-mudahan sedikit tips di atas bisa berguna buat teman-teman yang akan menghadapi case interview dalam waktu dekat maupun jauh..hehehehe.

p.s Saat ini saya masih menunggu kabar apakah saya diterima untuk menjalani masa percobaan 3 bulan di MarkPlus&Co..hehehe..Wish me luck :)

One Response to “Case Interview @ MarkPlus&Co”

  1. tjok said:

    Puji Tuhan, sekarang saya sudah diterima di MarkPlus&Co sebagai Assistant to the President dari Bapak Hermawan Kartajaya. :)

Leave a Reply