Cogito ergo Sum
Ada sebuah ungkapan terkenal yang pernah diucapkan oleh Descartes, seorang filsuf Perancis yaitu “Cogito ergo Sum” yang artinya kurang lebih adalah “Aku berpikir maka aku ada”.
Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang teristimewa dikarunai kemampuan berpikir yang sekaligus membedakannya dengan ciptaan lainnya. Menarik untuk menyimak dari sejarah mengenai bagaimana kemampuan berpikir manusia terus berkembang dari waktu ke waktu. Pengetahuan semakin bertambah dan apa yang dahulu dianggap mustahil untuk dilakukan, sekarang dapat dilakukan.
“The Gang of Three”
Ada beberapa tokoh yang dikenal sebagai pemikir di zamannya. Beberapa yang terkenal adalah tiga tokoh yang dikenal dengan sebutan “The Gang of Three” yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Ketiga orang inilah yang dianggap berperan besar dalam membentuk pola pikir barat (Western Mind). Socrates menekankan pentingnya argumentasi dan pemikiran kritis dalam berpikir. Plato menekankan perlunya untuk selalu mencari “kebenaran” dan mempertahankan pemikiran kritis. Sedangkan Aristoteles, murid dari Plato dan guru dari Alexander Agung, mengembangkan pemikiran ”kategoris” dimana segala sesuatu harus dapat didefinisikan dan dikategorikan.
Setelah era “The Gang of Three”, kemampuan dan proses berpikir manusia juga semakin berkembang. Di abad milenia ini, kita juga semakin akrab dengan berbagai konsep berpikir yang bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan pikir manusia seperti Mind Map-nya Tony Buzan, Parallel Thinking-nya Edward de Bono, dsb. Dengan memahami berbagai konsep berpikir ini, kita dapat lebih lagi mengoptimalkan kemampuan berpikir kita.
Sistem Pendidikan di Negara Kita
Sekolah adalah tempat dimana kita menghabiskan sebagian besar waktu kita di dalam mengembangkan kemampuan nalar. Namun sayang sekali, sistem pendidikan di negara kita masih jauh dari kata ideal. Sistem pendidikan yang ada kurang mendorong siswanya untuk dapat aktif berpikir. Siswa hanya diharapkan untuk menghafal berbagai pelajaran tanpa mengerti konsep dasar dan manfaat dari ilmu yang dia pelajari. Kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif seolah dikekang dengan sistem yang ada. Siswa yang kritis dan kreatif malahan sering dianggap sebagai siswa yang ”bandel”.
Coba kalau kita disuruh menggambar pemandangan. Mungkin 80% dari kita akan menggambar sawah dengan dua gunung dan matahari di balik gunung lalu ditambah dengan burung. Apa anda menggambar seperti ini? Hahaha…
Walaupun demikian, saat ini sudah mulai banyak sekolah yang menerapkan sistem pengajaran yang berbeda. Sekolah-sekolah ini berusaha untuk mengakomodasi bakat unik tiap anak agar dapat berkembang dengan semaksimal mungkin. Sayangnya, sekolah-sekolah ini hanya dapat dinikmati oleh orang-orang tertentu saja mengingat biaya untuk menghasilkan pendidikan berkualitas yang tidak murah.
Dosen saya saat di Teknik Industri UI pernah berkata kalau pendidikan adalah kunci untuk lepas dari perangkap kemiskinan (poverty trap). Sudah seharusnya pemerintah menjadikan sektor pendidikan ini sebagai prioritas utama dalam memecahkan masalah kemiskinan. Karena dapat dikatakan masalah kemiskinan ini adalah sumber pencetus munculnya masalah-masalah sosial lainnya.
Budaya Membaca di Negara Kita
Terkait dengan proses berpikir, menurut saya, budaya membaca suatu negara sedikit banyak dapat menggambarkan tingkat kematangan berpikir suatu bangsa. Kita dapat melihat negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa memiliki budaya baca yang kuat. Kalau kita berkunjung ke negara-negara ini, dengan mudahnya kita dapat menemukan fasilitas perpustakaan publik. Bagaimana dengan Indonesia? Perpustakaan publik yang pernah saya kunjungi paling hanya Perpustakaan Nasional di Salemba dan saya merasa fasilitas yang ada masih sangatlah kurang. Apabila kita berkunjung ke sana, suasananya sangat sepi, hanya ada beberapa mahasiswa atau pelajar yang mencari referensi untuk skripsi atau tugas sekolahnya.
Kondisi serupa juga hampir saya temui di kampus UI, di perpustakaan Fakultas Teknik. Kampus yang notabene adalah tempat para intelektual muda menuntut ilmu, minat baca juga saya temukan sangatlah kurang. Mahasiswanya lebih senang menghabiskan waktu di kantin daripada menggali ilmu di perpustakaan.
Hal ini jugalah yang membuat, menurut saya, negara kita sulit untuk menjadi negara yang maju dikarenakan budaya membaca yang masih sangat kurang. Masyarakat kita lebih suka berkomunikasi secara verbal dibandingkan literal. Makanya tidak heran kalau perguruan tinggi negeri kita seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung sulit untuk bersaing dengan universitas di luar negeri. Mahasiswa kita tidak biasa untuk membaca jurnal dan buku referensi. Tidak terbiasa untuk melakukan riset. Tidak terbiasa untuk membuat suatu makalah dan karya tulis.
Masyarakat kita pun masih menganggap buku sebagai kebutuh tersier (atau bahkan kuartier..Haha). Buku masih dianggap sebagai sesuatu yang mahal. Urusan perut lebih penting daripada menambah pengetahuan. Untuk beli buku bagus seharga Rp.120.000 rasanya tidak rela; tapi kalau untuk beli pakaian atau makan di restoran all-you-can-eat, tidak merasa rugi.
Saya pernah membaca suatu kutipan yang berbunyi kalau akan menjadi apa diri kita di esok hari, ditentukan oleh apa yang kita baca hari ini. Kalau kita melihat kisah hidup dari orang-orang besar, kita akan menemukan suatu kesamaan di antara mereka yaitu kebiasaan membaca yang kuat. Soekarno terbiasa membaca 5 buku secara sekaligus dalam satu waktu. Buku-buku bisa ditemukan di segala pojok rumahnya, sampai di kamar mandi pun ada rak buku khusus. Soe Hok Gie, juga sedari muda sudah membaca karya sastrawan dunia seperti Leo Tolstoy yang akhirnya membentuk Gie menjadi pemuda dengan pemikiran kritis dan tajam (bahkan katanya Gie suka tidak bayar uang bus demi bisa membeli koran). Boediono, calon (dan sepertinya akan jadi) wakil presiden dari pasangan SBY, semasa mengambil kuliah doktor di Wharton, juga suka ”ngamen” untuk mendapatkan uang saku dan beli buku!
Tayangan Televisi di Negara Kita
Tayangan televisi di negara kita juga sangat memprihatinkan. Kita dijejali tayangan-tayangan yang sebenarnya membodohkan masyarakat (sadar atau tidak sadar) seperti tayangan gosip, mistis, seks, dsb. Sangat sedikit tayangan mendidik yang bisa dinikmati. Dalam survei yang saya baca di Kompas Minggu di Perpustakaan Tembagapura, tentang tayangan televisi terburuk dan terbaik diperoleh hasil: untuk tayangan terbaik adalah Kick Andy (salah satu acara favorit saya :p), Bocah Petualang (Bolang), dsb; untuk tayangan terburuk antara lain Suami-suami Takut Istri, Termehek-mehek, dsb. Dan bisa ditebak, masyarakat kita lebih menggemari tayangan-tayangan yang masuk dalam kategori kedua.
Kesimpulan
Apa tujuan saya untuk menulis tulisan ini? Saya berpikir (maka saya ada – Hehe) bangsa kita, secara kolektif, tidak akan pernah dapat bersaing dengan bangsa lain apabila kita tidak mengubah ”budaya” kita yang masih kurang baik ini.
Apalagi di era borderless world seperti saat ini (Thomas L Friedman pernah menulis buku best seller mengenai hal ini – The World is Flat dan kemudian dilanjutkan dengan buku terbarunya Hot, Flat and Crowded), persaingan akan semakin ketat dan bila kita tidak rajin meng-upgrade diri kita, kita akan terlindas dan kalah di rumah kita sendiri.
Saya suka dengan suatu kutipan (One of my hobbies is collecting quotes :p) yang berbunyi:
”Untuk mengubah negara anda, ubahlah masyarakat anda;
Untuk mengubah masyarakat anda, ubahlah keluarga anda;
Untuk mengubah keluarga anda, ubahlah diri anda”
Sebagai penutup, saya ingin bagikan tips untuk meningkatkan kemampuan berpikir yang saya dapatkan dari artike dengan judul ”Cognitive Fitness” di Harvard Business Review yaitu:
1. Manage by walking about – berjalan dapat membantu menyeimbangkan otak kanan dan kiri
2. Read funny books – tubuh (dan otak) kita bisa lebih sehat dengan tertawa
3. Play games – memainkan permainan seperti sudoku dan catur bisa membantu untuk men-challenge otak kita tetap aktif
4. Act out – coba cara-cara baru untuk melakukan sesuatu
5. Find what you’re not learning – coba hal-hal baru
6. Get the most out of business trips – pada saat traveling, otak kita akan dipaksa untuk tetap aktif dan fokus (minimal supaya gak nyasar juga toh..haha)
7. Take notes- and then go back and read them – catat ide-ide yang terpikir (saya mulai menerapkan hal ini untuk mencatat ide-ide yang muncul sebagai bahan untuk tulisan di blog ini)
8. Try new technologies – mencoba teknologi baru akan menstimulasi panca indera kita
9. Learn a new language and instruments – poin ini sudah jelas sekali
10. Exercise, exercise, exercise – otak kita merupakan bagian dari sistem tubuh kita, jadi otak kita akan mendapatkan manfaat dari olah raga, tidur yang cukup dan nutrisi yang baik
A Class with Jacko…
Beberapa minggu yang lalu, dunia dikejutkan dengan berita meninggalnya Michael Jackson (MJ), sang King of Pop. MJ meninggal dalam usia 50 tahun di tengah persiapan konser come back nya setelah vakum hampir sepuluh tahun. Banyak orang yang terkejut dan tidak percaya dengan berita ini. Mendadak semua acara di TV menayangkan liputan khusus tentang dirinya, MTV pun memutar kembali video klip MJ sebagai tribute untuknya. Albumnya pun kembali dilirik orang dan laris bak donut JCO (hehe.. :p).
Di balik berita sedih ini, ternyata ada suatu ironi yang baru terungkap yang berasal dari pengakuan salah seorang sahabat MJ dimana semasa hidupnya, MJ merasa sangat kesepian. Seorang superstar dunia yang biasa dielu-elukan oleh jutaan penggemarnya pun bisa merasakan kesepian. Mungkin MJ mengalami post power syndrome. Memang semenjak mencuatnya kasus pelecehan anak ke permukaan, popularitas MJ perlahan-perlahan mulai tenggelam. Hal ini sepertinya mempengaruhi kesehatannya. MJ dikabarkan jadi tergantung kepada obat-obatan penenang, dan gagal jantung yang berujung kepada kematiannya pun diduga karena obat-obatan ini (Selain itu, dikabarkan juga MJ stres karena terlilit utang sampai Rp. 4 Triliun).
Terlepas dari segala kontroversinya, ada beberapa pelajaran yang bisa saya dapatkan dari sosok MJ ini:
# Pelajaran Pertama: Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama…
Minggu lalu, saya baru saja menghadiri dua acara perpisahan teman-teman saya yang akan kembali ke Jakarta. Di dalam acara perpisahan ini, setiap orang saling memberikan kesan dan pesannya kepada satu sama lain. Menarik juga mendengarkan kesan-kesan yang muncul. Ada kesan yang lucu, ada juga yang mengharukan. Sepulangnya dari acara ini, saya jadi membayangkan kesan seperti apa yang akan saya terima dari teman-teman pada saat acara perpisahan saya nantinya. Apa kesan yang baik atau kurang baik? Masih misteri…Hehe…
Saya jadi kembali berpikir nanti pasti akan tiba waktunya giliran saya buat check out dari dunia ini menuju rumah yang sesungguhnya (bakal panas atau dingin yak? Hehe..). Kira-kira, kesan seperti apa yang akan saya tinggalkan, apakah kesan yang baik atau kurang baik atau buruk sama sekali? Atau jangan-jangan, kalau orang menyebut nama saya, yang terbayang adalah hal-hal yang buruk dan dengan ”suksesnya” masuk ke dalam jajaran penyandang nama buruk seperti Jack the Ripper, Batousai si Pembantai, Tjok si Pembunuh-Berdarah-Hangat. Ih amit-amit… :p
Jadi keinget, kalau penulis Amsal pernah menulis di Kitab Amsal, ”Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari perak dan emas”. Hm, setuju banget sih. Contohnya, kalau di dunia bisnis, nama baik tuh penting banget. Kalau sekali nama baik kita rusak, orang-orang tidak akan percaya untuk berbisnis lagi dengan kita. Kalau sudah begitu, mana bisa kaya…hahaha :p
Kalau kita baca di koran atau majalah, gak jarang kita temukan banyak politikus yang diserang latar belakangnya oleh lawan politiknya. Mungkin pikir politikus itu, gak ada yang tahu apa yang saya lakukan di masa muda. Ternyata salah bung! Masa lalu itu ternyata bisa jadi batu sandungan. Oleh karena itu, selama kita hidup, apa yang kita perbuat atau katakan musti kudu hati-hati bener tuh.
Banyak orang yang bilang kalau waktu muda gak perlu-perlu banget serius jalanin hidup. Mumpung masih muda, lakuin apa yang dimauin. Hm, gak setuju juga sih dengan pandangan seperti ini. Pertama, kalau panjang umur mungkin masih ada kesempatan buat tobat, kalau pendek umur gimana bos? Kedua, di kitab Pengkotbah, Salomo (atau dikenal juga dengan Sulaiman) pernah nulis, ”Bersukarialah hai pemuda dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!”
Nah, jadi jangan dipikir kalau Tuhan hanya taken for granted saja. Tuhan dalam ke-MahaAdilan-Nya akan meminta pertanggungjawaban atas apa yang semua kita lakukan. So, selama masih hidup, berusahalah untuk tinggalkan nama yang harum. Gak cuman di hadapan manusia, tapi terlebih lagi di hadapan Tuhan. Hal ini gak mudah karena kalau salah satunya mungkin lebih mudah (Saya masih belajar untuk lebih baik lagi untuk kedua hal ini..Hehe).
”Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi Allah dan manusia.”
# Pelajaran Kedua: Jangan tunda apa yang bisa dilakukan hari ini, besok mungkin terlambat…
Masih hidup dilupakan, sudah meninggal baru diingat. Begitulah kira-kira komentar dari banyak orang terhadap kematian sang superstar. Dari kisah MJ ini, saya diingatkan juga untuk tidak menunda melakukan apa yang bisa saya lakukan hari ini, khususnya dalam hal memberikan perhatian kepada orang lain: kepada keluarga, teman-teman, dan orang di sekitar saya. Hm, kadang kalau lagi capek suka malas untuk telepon orang rumah untuk sekadar say hello saja, sekarang mau coba untuk lebih sering lagi memberikan perhatian ke orang lain. Hehe…
Setelah belajar memberikan perhatian kepada orang yang ada di dekat kita, kita mungkin bisa ”naik kelas” untuk belajar memberikannya kepada orang yang kurang dekat dengan kita karena kita tidak pernah tahu siapa yang sangat membutuhkan perhatian kita. Siapa sangka MJ, dalam segala pencapaiannya, justru merasakan kehampaan di dalam hidupnya. Tidak hanya Jacko, saya yakin banyak orang yang merasakan hal serupa.
# Pelajaran Ketiga: Jangan buang keluarga anda sembarangan…
Segala ketenaran dan pencapaian yang kita dapatkan tidak dapat menggantikan arti keluarga dan sahabat. Ada orang yang kerja sekeras-kerasnya setiap hari sampai melupakan keluarganya. Orang ini berpikir apa yang dilakukannya ini toh juga untuk kepentingan keluarganya. Tapi ternyata keluarga kita tidak hanya butuh uang kita. Keluarga kita juga butuh perhatian dan komunikasi dengan kita.
Ada yang mengatakan kalau pada saat kita sedang sekarat menunggu ajal tiba di rumah sakit, keluarga adalah orang-orang yang paling setia untuk menemani kita. Bukan klien bisnis kita, bukan rekan kerja kita, bukan orang lain tapi keluarga kita. Tapi ironisnya, kita seringkali ”membuang” keluarga kita tanpa kita sadari.
Well, pelajaran-pelajaran di atas adalah hal-hal yang masih saya coba terus pelajari. Masih banyak PR yang harus dikerjakan dan ujian yang harus dilewati supaya bisa ”naik kelas”. Thank you MJ buat inspirasinya.
Ten Thousand Dollar View
Suatu waktu, saya berkesempatan untuk menumpang mobil salah satu klien saya. Dalam perjalanan, kami membicarakan banyak hal: pekerjaan, keluarga, hobi, dsb. Dari perbincangan kami ini, saya dapat mengetahui kalau klien saya ini sangat suka sekali bepergian. Dia sudah melancong ke beberapa negara di dunia pada masa mudanya. Saya sangat tertarik dengan cerita-ceritanya mengenai tempat-tempat yang dikunjunginya. Sudah sejak lama saya ingin sekali berlibur ke tempat-tempat baru. Cerita-cerita para backpacker yang saya baca di buku maupun internet makin menambah ketertarikan saya untuk melakukan travelling. Mumpung masih muda, selagi masih ada waktu, tenaga dan kesempatan, saya berjanji kepada diri sendiri untuk menyempatkan melakukan travelling.
Sebenarnya saya sangat beruntung karena pekerjaan saya saat ini sangat memungkinkan saya untuk bepergian dalam waktu cukup lama. Biasanya setelah satu setengah bulan, saya mendapatkan kesempatan untuk mengambil cuti selama kurang lebih 1 minggu. Hal yang cukup ”mewah” yang tidak semua orang yang bekerja bisa dapatkan.
Akhir-akhir ini, saya mulai merencanakan kemana saya ingin pergi. Untuk dalam negeri, Bali dan Makassar jadi prioritas. Bali, alasannya sederhana saja yaitu karena saya belum pernah ke Bali!! Haha..Sebenarnya pernah sih, tapi itu pun hanya transit selama 20 menit. Jadi, Bali jadi prioritas nomor satu. Kalau Makassar, saya ingin coba mengunjungi suatu theme park baru yang baru saja selesai dibangun oleh Chaerul Tanjung dari Para Group dan Kalla Group. Menurut berita yang saya baca, taman hiburan terbesar di Indonesia timur ini dibuat dengan mengadaptasi konsep seperti Universal Studio. Hal ini tidak aneh mengingat sang pendiri adalah bos dari Trans TV.
Untuk luar negeri, saya ingin sekali ke Hong Kong dan Singapura. Saya ingin mengunjungi Disneyland dan dari Hong Kong mampir ke China daratan. Kalau Singapura lebih karena saya ingin lihat universitas-universitas di sana: NUS Business School, INSEAD, dan Chicago. Untuk ke Singapura dan Hong Kong, mungkin waktu yang paling pas adalah saat awal tahun depan sebelum saya mengambil training perusahaan di Kuala Lumpur.
Walaupun saya belum pernah ke Bali, saya cukup beruntung bisa bekerja di Papua. Saya bisa cukup ”sombong” karena sangat jarang orang Indonesia sendiri pernah ke Papua. Papua, menurut saya, sangatlah indah. Banyak potensi wisata yang sebenarnya bisa digali dan dikembangkan dari tempat ini. Pada saat pertama kali tiba di Timika, dari atas pesawat, saya tercengang melihat hutan hujan tropis yang membentang dengan sangat luasnya. Saya bayangkan luasnya dapat beribu-ribu kali lapangan sepak bola. Namun, sekali lagi sayang, tampaknya pemerintah kita belum dapat benar-benar ”menjualnya”. Yang ada adalah orang asing yang memanfaatkannya. Contohnya adalah tempat snorkeling dan diving Radja Ampat, seperti yang saya baca di National Geographic Travelling, diakui sebagai tempat diving terbaik di dunia!
Klien saya sempat berujar kalau pemandangan yang kita lihat setiap hari di tempat kita bekerja sesungguhnya bernilai sangat tinggi. Klien saya menyebutnya dengan istilah ”$ 10.000 View”. Yup, saya sangat setuju dengan dia dan saat itu saya merasa sangat beruntung karena dapat menikmati pemandangan yang begitu ”mahalnya” setiap hari tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun. Saya berjanji akan memasukkan beberapa foto pemandangan yang bernilai ”$ 10.000” di blog ini. Have a nice weekend!
ideals, achievement, dan self expression
Perhelatan Piala Eropa yang digelar di Austria dan Swiss baru saja dimulai. Selama satu bulan ke depan ini, para pencinta sepak bola sejagat akan disuguhi tayangan pertandingan berkualitas dari tim-tim sepakbola terbaik benua Eropa. Tim-tim ini akan saling berkompetisi untuk berebut menjadi yang terbaik.
Tidak hanya di Eropa, keriaan perhelatan akbar ini juga terasa sampai di Indonesia. Masyarakat sudah tidak sabar untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Salah satu bentuk antusiasme yang ditunjukkan masyarakat untuk mendukung tim kesayangannya adalah melalui berbagai atribut pendukung seperti kostum tim, topi, syal, dsb. Dapat dipastikan selama kurang lebih satu bulan ini, kita akan sering menjumpai di jalan para pecinta sepakbola yang mengenakan kostum tim besar Eropa seperti Perancis, Italia, dan tim kesayangan saya Belanda.
Melihat fenomena ini, saya jadi teringat dengan model VALS yang digunakan untuk mensegmentasikan customer berdasarkan hubungan antara kepribadian seseorang dengan perilakunya.Dalam model ini dijelaskan bahwa suatu tindakan seseorang dapat didorong oleh tiga buah motivasi utama yaitu ideals, achievement, dan self expression.
Konsumen yang termotivasi karena ideals dalam mengonsumsi produk atau jasa didorong oleh pengetahuan dan nilai-nilai yang dimilikinya. Contoh dari konsumen macam ini adalah para customer The Body Shop yang hanya ingin membeli produk yang ramah lingkungan.
Konsumen yang termotivasi karena achievement memilih produk dan jasa yang dapat mendemonstrasikan kesuksesan atau pencapaian yang mereka miliki. Contohnya adalah orang menjadikan mobil mewah seperti Lexus sebagai simbol kesuksesan mereka.
Konsumen yang termotivasi karena self expression menginginkan adanya suatu produk atau jasa yang dapat membantu mereka berekspresi. Contohnya ya para penggemar sepakbola tadi dengan kostum kebesarannya.
Model VALS banyak digunakan oleh para pemasar untuk melakukan segmentasi pasar secara psikografik. Segmentasi secara psikografik adalah segmentasi yang dilakukan dengan memperhatikan aspek psikologi dan demografi. Segmentasi psikografik dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap perilaku customer. Dengan pemahaman yang baik akan hal ini, seorang pemasar dapat merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
Bono dan Ayat-Ayat Cinta
Bono mau mengubah dunia lewat musik! Bono tidak hanya kita kenal sebagai seorang musisi saja. Bono juga kita kenal aktif sebagai seorang aktivis kemanusiaan. Sudah banyak inisiatif proyek kemanusiaan yang dilakukannya untuk mengatasi masalah kemiskinan, kelaparan, perang dan HIV/AIDS.
Dalam melakukan kegiatan kemanusiannya, Bono tidak pernah membedakan suku, etnis, ataupun agama. Sikap toleransi Bono ini tidak terlepas dari budaya toleransi yang dibangun oleh kedua orang tuanya. Ayah Bono sendiri beragama Katolik Roma, sedangkan ibunya beragama Anglikan Irlandia. Sungguh perpaduan yang sangat unik mengingat di Irlandia pernah terjadi perang saudara antara Katolik dan Protestan !
Bono banyak menggunakan lagu-lagunya sebagai alat penyampai pesan kemanusiaan. Dalam tiap konser dan kemunculannya di media, Bono juga selalu menyerukan pesan kemanusiaannya. Cara Bono ini sangat efektif!
Dengan cara ini, Bono berhasil menginspirasi terciptanya conversation di antara penggemarnya. Para penggemar band U2 di seluruh dunia jadi ikut membicarakan dan menyebarkan pesan kemanusiaan yang disampaikan Bono. Banyak orang yang juga mulai tergerak untuk mendukung kampanye-kampanye Bono.
Saya melihat apa yang dilakukan Bono ini begitu luar biasa. Bono dapat memberikan pengaruhnya yang besar kepada orang banyak. Belum tentu ada politikus atau negarawan yang bisa memberikan pengaruh sedemikian besar seperti Bono.
Di Indonesia sendiri, saya melihat sosok Hanung Bramantyo, sutradara film Ayat-Ayat Cinta, sebagai contoh orang yang sukses menciptakan conversation di dalam masyarakat. Dalam MarkPlus Workshop bulan Mei kemarin, Hanung menjadi salah satu pembicara tamu. Pada kesempatan itu, Hanung berbagi cerita tentang kesuksesan film AAC.
Seperti halnya Bono, Hanung juga berasal dari keluarga dengan perpaduan budaya yang berbeda. Ayahnya adalah seorang Muslim, sedangkan ibunya adalah seorang keturunan Tionghoa. Melalui film AAC, Hanung menginspirasi para penonton filmnya untuk menciptakan conversation tentang isu poligami. Sejak kemunculan film AAC, mendadak masyarakat mulai membicarakan tentang isu ini lagi.
Saya pikir belum ada film Indonesia lain yang bisa memperoleh antusiasme yang begitu luas seperti AAC. Bahkan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta duta besar negara sahabat pun sampai datang ke bioskop untuk menonton film ini. Hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya !
Saya melihat Bono dan Hanung sebagai contoh pemimpin yang mampu menginspirasi orang banyak. Mereka berdua mampu mendorong terciptanya conversation di antara orang banyak terhadap suatu isu. Bono dengan isu kemanusiaannya dan Hanung dengan isu poligami dalam film AAC.
Dalam era new wave saat ini, seorang pemimpin tidak bisa lagi mengandalkan gaya kepemimpinan top-down saja. Teknologi sudah membuat banyak hal yang semula bersifat vertikal menjadi horisontal. Begitu juga dengan gaya kepemimpinan.
Para pemimpin harus mulai belajar untuk menginspirasi orang yang dipimpinnya. Dengan inspirasi ini, diharapkan akan mendorong tercipta conversation di antara orang yang dipimpin. Cara ini memang tidak mudah. Butuh waktu yang lebih lama untuk mendorong terjadinya conversation. Tidak semudah dan secepat bila menggunakan gaya kepemimpinan top-down. Namun, dampak yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan horisontal ini sungguh besar ! Orang yang kita pimpin akan menjadi lebih loyal terhadap pemimpinnya. Mereka juga akan lebih berkomitmen untuk mengerjakan suatu hal tanpa ada rasa terpaksa.
Tuhan Yesus sendiri adalah contoh paling baik untuk seorang pemimpin yang dapat memberikan inspirasi. Melalui pengajaran-pengajaranNya, Tuhan Yesus berhasil mendorong terciptanya conversation di antara pengikutnya. Pesatnya perkembangan Injil adalah bukti keberhasilan kepemimpinan Tuhan Yesus. Injil yang bermula dari Yerusalem sekarang telah tersebar sampai ke seluruh dunia (Kisah Para Rasul 1:8). Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menjadi pemimpin yang dapat mendorong terciptanya conversation di komunitas yang anda pimpin?
Obama, Internet dan Kepemimpinan yang Melayani
Barack Obama berhasil mencetak sejarah sebagai calon presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat dari partai Demokrat. Senator asal Illinois ini berhasil memenangi persaingan kompetisi calon presiden asal Partai Demokrat melawan Hillary Clinton.
Dalam salah satu wawancaranya, Obama mengakui peran internet sangatlah besar di dalam keberhasilan strategi kampanyenya. Dengan internet, Obama dapat menggalang dukungan dan dana yang besar dari para pendukungnya. Bahkan Obama pernah suatu kali dapat mengumpulkan dana kampanye hampir sebesar US$ 1 juta hanya dalam waktu 1 jam melalui internet.
Obama berhasil pula memanfaatkan internet untuk membangun hubungan dua arah dengan para pendukungnya. Melalui internet, para pendukung Obama dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Obama. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap aspirasi rakyat tersebut, tim kampanye Obama berhasil dalam membuat pesan kampanye yang lebih baik dan tepat sasaran.
Dalam kampanyenya, saya melihat, Obama berhasil membangun positioning dirinya sebagai pemimpin yang sederhana dan dekat dengan rakyat. Keberhasilan Obama dalam menarik simpati rakyat Amerika tidak terlepas dari kemauan dan usahanya untuk selalu mendengarkan aspirasi masyarakat. Apa yang dilakukannya dengan membuat website untuk dapat berkomunikasi langsung dengan pendukungnya tersebut adalah salah satu contohnya.
Kemauan untuk mendengar Obama ini merupakan salah satu karakteristik dari gaya kepemimpinan melayani (servant leadership). Konsep kepemimpinan melayani sesungguhnya sudah sejak lama dikenal. Bahkan Tuhan Yesus sendiri telah mengajarkan dan mempraktekkannya. Tuhan Yesus pernah berkata bahwa apabila seseorang ingin menjadi seorang pemimpin, ia harus siap pula untuk menjadi seorang pelayan (Markus 10:42-45).
Apa sesungguhnya kepemimpinan yang melayani itu? Dalam buku klasiknya, Servant Leadership: A Journey into the Nature of Legitimate Power and Greatness, Robert Greenleaf mengemukakan ada setidaknya sepuluh karakter yang menjadi ciri dalam servant leadership yaitu listening, empathy, healing, awareness, persuasion, conceptualization, foresight, stewardship, commitment to grow others, dan building the community.
Tidak seperti gaya kepemimpinan konvensional yang bersifat vertikal yaitu hubungan antara atasan dan bawahan dengan dibatasi hierarki organisasi yang kaku. Gaya kepemimpinan yang melayani sebaliknya mendorong terjadinya kolaborasi, empati, dan kepercayaan antara atasan dan bawahan.Dengan cara ini, organisasi ternyata dapat menjadi lebih berkembang dan mendorong terciptanya kinerja yang mengesankan.
Keberhasilan Obama ini merupakan contoh dimana pada dasarnya masyarakat semakin mendambakan sosok pemimpin yang tidak hanya berada di ”menara gading” saja. Masyarakat semakin mendambakan sosok pemimpin yang mau mengerti dan melayani kebutuhan mereka. Saat ini, pemimpin yang melayani tidak hanya dibutuhkan di gereja atau tempat ibadah saja, tapi juga di tempat kerja dan di masyarakat.
Obama juga telah memberikan contoh dimana perkembangan teknologi internet telah terbukti dapat membantu dirinya untuk berhubungan lebih dekat dengan para pendukungnya. Obama dapat mendengarkan dan menanggapi aspirasi para pendukungnya dengan keberadaan teknologi internet ini.
Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menjalankan gaya kepemimpinan melayani? Sudahkah anda memanfaatkan teknologi internet untuk semakin mendekatkan diri anda dengan para stakeholders anda?
Mengapa Kita Ada?
Seringkali , kita sebagai manusia bertanya-tanya apa arti keberadaan kita di dunia ini. Apa maksud Allah untuk menciptakan manusia beserta alam semesta ini. Pertanyaan ini telah ada sejak dahulu sampai sekarang dan banyak orang yang mencoba untuk membahas tema ini. Artikel berikut mencoba untuk mengupas sedikit tema ini.
- Manusia ada bukan hanya suatu kebetulan. Setiap manusia yang lahir di dunia ini membawa maksud dan rencana tersendiri dari Allah terhadap orang tersebut. Contoh paling jelas dapat kita jumpai dalam silsilah Tuhan Yesus. Dari silsilah ini, dapat dilihat adanya pengaturan Allah yang besar yang telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi bagian dalam karya penyelamatan Allah atas manusia. Siapa yang dapat menyangka dari seorang perempuan sundal seperti Rahab dapat muncul seorang Mesias yang dirindukan oleh orang Israel. Begitu pula Rut , seorang perempuan Moab yang dipilih Allah untuk menjadi nenek moyang Kristus. Dalam kitab Mazmur 139:13-18 pemazmur menjabarkan campur tangan Allah terhadap setiap manusia yang telah ada sebelum manusia dilahirkan kedalam dunia ini.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. . Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.
Dalam ayat tersebut, jelas terlihat ada maksud Allah untuk menciptakan manusia di dunia ini.
- Allah tidak pernah berbuat kesalahan atas ciptaanNya. Seringkali dapat kita jumpai orang-orang yang berpandangan dirinya hanyalah manusia yang tidak berguna. Seringkali kita juga memiliki pandangan yang sinis terhadap seseorang yang menurut kita seharusnya tidak pernah dilahirkan di dunia. Contohnya, kita mungkin bertanya mengapa Tuhan “menciptakan” seorang Hitler, Idi Amin atau orang-orang jahat lainnya. Kita berpandangan hal ini merupakan kesalahan ciptaan tuhan. Sebelum kita berpendapat seperti itu, ada baiknya kita melihat dalam kitab Efesus 1:4-6,
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
Dari ayat ini, terlihat Allah telah memilih kita untuk menjadi anak-anak-Nya. Kesempatan untuk mendapatkan status ini sama untuk setiap orang, namun sayangnya pada kenyataannya tidak semua orang yang mendapatkan status ini oleh karena menolak menjadikan Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Tuhan Yesus sendiri tidak menghendaki ada orang yang binasa, tapi Ia menghendaki semua orang dapat diselamatkan. Jadi, salah pendapat orang yang menyatakan dirinya sudah ditentukan untuk binasa. Kita tidak tahu siapa yang nantinya akan masuk binasa dalam neraka atau menerima kebahagian kekal di Surga. Yang kita tahu adalah sekarang Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk berlomba-lomba mengerjakan keselamatan kita dengan giat.
- Ada kehidupan kekal yang menunggu kita setelah kehidupan di dunia. Hidup kita di dunia ini hanyalah sementara, ada seorang pengarang yang memberi sebuah ungkapan bahwa apa yang kita lakukan di dunia saat ini akan bergema sampai pada kekekalan. Perkataan ini sangat jelas mengungkapkan hidup kita selanjutnya akan berakhir di surga atau neraka nantinya sangat bergantung pada perbuatan kita semasa hidup di dunia saat ini. Dalam kitab Wahyu 14:13 dikatakan Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Dari firman ini kembali ditegaskan bahwa perbuatan kita saat ini akan menyertai kita di dalam kehidupan kekekalan nantinya. Sebagai orang Kristen, kita mengenal adanya hukum tabur-tuai yaitu apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai. Pengertian tentang adanya kehidupan kekal setelah kamatian juga hendaknya memberikan kesadaran pada setiap orang Kristen untuk tidak haya menaruh pengharapan kepada Kristus saat hidup di dunia saja.
Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.(1 kor 15:19)
Dari ayat ini juga kita disadarkan bahwasanya ada kehidupan yang lebih penting dibandingkan kehidupan di dunia ini. Banyak orang mau menjadi orang Kristen hanya karena ingin mendapatkan berkat di dalam kehidupannya. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun pengertian seperti ini masih kurang lengkap. Melihat kehidupan Tuhan Yesus saat di dunia dapat memberikan pengertian kepada kita bahwa untuk menjadi seorang Kristen ada salib yang harus dipikul. Seringkali orang melupakan hal ini. Maka tidak heran muncul pandangan seperti teologi kemakmuran yang berpandangan bahwan orang Kristen haruslah menjadi orang yang diberkati yang seringkali diukur secara materi. Pandangan ini jelas sangatlah keliru dan menyesatkan. Dalam Alkitab, Tuhan pernah menceritakan kisah seorang msikin yang bernama Lazarus dengan orang kaya. Sepanjang hidupnya, Lazarus hidup menderita dan dalam kondisi berpenyakitan ,sangat berbeda dibandingkan dengan orang kaya yang hidup dalam kelimpahan. Alkitab menceritakan pada akhir hidup kedua orang ini, Lazarus berada dalam pangkuan Abraham sedangkan orang kaya ini berada dalam alam maut.
Semoga dari tulisan ini, kita dapat lebih lagi menghayati maksud dan rencana Tuhan atas kehidupan kita di dunia ini.God Bless..
1 Petrus
“Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang di Pontus, Galatia, Kapodokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang terpilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera melimpah atas kamu”.(1 Pet 1: 1-2)
Pengantar
Penginjilan pada jaman para rasul sudah begitu berkembang ke luar wilayah orang Yahudi. Injil telah masuk ke daerah-daerah baru. Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh orang percaya pada jaman itu. Tidak mudah untuk dapat mempertahankan iman kapada Yesus Kristus oleh karena penolakan dari orang yang belum percaya
Untuk siapa surat 1 Petrus ini?
Surat 1 petrus ditujukan untuk para jemaat di Pontus, Galatia, Kapodokia, Asia Kecil dan Bitinia. Tidak lazim,dalam penulisan surat hanya disebutkan nama suatu daerah atau provinsi. Pada umumnya, suatu surat ditujukan secara spesifik kepada jemaat di kota tertentu. Hal ini menandakan bahwa banyak jemaat yang tersebar di seluruh wilayah itu.
Dalam permulaan surat, disebutkan pendatang. Jemaat menjadi pendatang di suatu daerah yang asing. Pendatang dapat diartikan sebagai orang yang asing. Orang asing tidak memiliki hak apapun di daerah yang didatanginya. Sama seperti kita sebagai orang Kristen yang merupakan pendatang di dunia ini (1 Pet 1 : 17; 2:11). Bagian kita bukan di dunia ini. Tanah air kita adalah tanah air Sorgawi. Menyadari hal ini, hendaklah kita selalu mengingat bahwa segala apa yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara. Suatu saat nanti, semua milik kita di dunia akan kita tinggalkan.Hal ini pula yang mengingatkan kita untuk tidak terlalu mengejar hal –hal duniawi.
Ada dugaan bahwa para jemaat di daerah ini merupakan orang-orang yang baru mulai percaya kepada Kristus ( 1 Pet 1 :18,23; 2:9-13;4:3-4). Dapat pula di antara jemaat ini yang merupakan orang-orang nonYahudi. Jemaat ini dahulu hidup di dalam gelap, namun setelah menerima Kristus mereka hidup di dalam terang.
Ditafsirkan pula, jemaat penerima surat ini memiliki status sosial yang rendah yaitu sebagai hamba. Hal ini dapat dilihat dari hanya adanya nasihat untuk para hamba (1 Pet 2 :18). Dalam kitab ini, tidak ditemukan nasihat untuk para tuan seperti yang dapat ditemukan pada surat di Efesus dan Kolose.
Dari 1 Pet 3 : 1 juga dapat ditemukan bahwa peran wanita di dalam membawa pertobatan di dalam keluarganya. Wanita dalam hal ini para istri sangat berperan di dalam membawa seisi keluarganya kepada Kristus. Kalau pada saat ini, oleh karena giatnya penginjilan di sekolah dan kampus, dapat kita temukan peran seorang anak yang membawa seisi keluarganya kepada Kristus.
Para jemaat hidup di lingkungan orang yang belum percaya kepada Kristus. Banyak bentuk intimidasi sosial dari masyarakat kepada mereka. Mereka memperoleh penderitaan karena kekristenan mereka. Diduga penganiayaan yang dialami saat ini masih belum dilakukan secara sistematis oleh negara. Mereka menderita karena kesalehan mereka. Saat ini, seringkali kita salah mengartikan maksud menjadi seorang Kristen. Banyak dari kita yang berpikir menjadi Kristen berarti mendapat hidup yang damai, diberkati, sukacita, dan tidak mengalami kesusahan. Pemikiran seperti ini tidak sepenuhnya benar. Seringkali kita hanya menaruh pengharapan kekristenan kita untuk hidup di dunia ini saja. Kita perlu mengingat bahwa dunia telah menolak Kristus dari semula, oleh karena itu dunia pun akan menolak kita sebagai pengikut Kristus.
Tuhan memberi penghiburan kepada kita bahwa kita tidak perlu malu apabila kita menderita karena hidup kita yang baik. Sebaliknya kita perlu malu jika penderitaan yang kita peroleh dikarenakan kesalahan kita sendiri.
Dalam pembukaan surat, dikatakan para jemaat dikuduskan. Apa arti dikuduskan? Dikuduskan dapat diartikan sebagai dipisahkan. Kita telah Tuhan pisahkan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia. Kita harus berusaha pula untuk mempertahankan kekudusan ini.
Untuk para jemaat ini dikuduskan? Jawabannya adalah supaya taat kepada Yesus Kristus. Tidak mudah untuk tetap taat kepada Kristus di lingkungan dunia yang tidak percaya kepada Kristus ini. Pada saat menderita, tidak mudah untuk tetap sabar ( 1 Pet 3:13), dan melayani dengan setia dan tulus ( 1 Pet 5)
Petrus memperkenalkan dirinya sebagai rasul. Rasul atau apostles berarti utusan kerajaan yang bertugas sebagai penyampai pesan. Petrus ingin menegaskan bahwa pesan dan penghiburan yang diberikan melalui suratnya merupakan firman Tuhan sendiri, bukan berasal dari Petrus. Selain itu, sepanjang suratnya, Petrus juga memperkenalkan dirinya dengan atribut lain seperti sahabat penatua dan saksi penderitaan Kristus ( 1 Pet 5 :1).
Inti dari surat Petrus ini adalah untuk menguatkan para jemaat yang terus mengalami tekanan dan penderitaan karena kekristenan mereka. Manusia yang terus menerus menderita sangat memerlukan suatu peneguhan melalui Firman Tuhan. Sama halnya dengan kita saat ini, pada saat kita merasa lemah, satu-satunya yang dapat menguatkan kita adalah Firman Tuhan. Dalam Yer 17 : 8, orang yang suka akan Firman diibaratkan sebagai pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pohon ini tetap tumbuh bahkan berbuah sekalipun lingkungan di sekitar pohon tersebut kering.
Kesimpulan:
· Penderitaan karena menjadi seorang Kristen adalah suatu hal yang wajar karena kita hidup di dunia yang menolak Kristus
· Firman Tuhan adalah satu-satunya sumber penghiburan dan kekuatan kita untuk dapat terus taat dan setia mengikut Kristus
Ilustrasi: Dalam notasi matematika, terdapat notasi ~ (tao) yang berarti tak hingga. Notasi ini memiliki sifat yaitu bila ditambah ataupun dikurangi dengan bilangan apapun akan selalu menghasilkan bilangan tak hingga. Kita dapat analogikan bilangan itu adalah bilangan umur kita. Penderitaan yang kita alami di dalam hidup kita tidak akan sebanding dengan hidup kekal yang akan kita peroleh nantinya. Apalagi Tuhan tidak selamanya mengijinkan penderitaan itu hampir di hidup kita. Tuhan menggunakan suka dan duka untuk mendidik kita. Amin
How to be Creative?
Dalam sebuah seminar mengenai kewirausahaan, saya sempat bertanya kepada salah seorang pembicara di dalam acara itu mengenai bagaimana caranya menjadi kreatif. Pembicara dalam seminar itu adalah Yoris Sebastian. Yoris, sebelum memutuskan untuk menjadi seorang full pledge entrepreneur (begitu dia menyebutnya), adalah seorang General Manager dari Hard Rock Café. Bahkan Yoris menjabat posisi itu pada usia yang sangat muda yaitu 26 tahun (GM Hard Rock yang termuda di Asia dan nomor dua di dunia).
Selama menjadi seorang GM, banyak program kreatif yang ditelurkannya. Salah satu yang paling fenomenal adalah program I Like Monday nya.Dalam program I Like Monday ini, pengunjung dapat menyaksikan penampilan dari para artis dan musisi baik dalam maupun luar negeri. Program ini merupakan kreasi dari Hard Rock Indonesia. Program ini dapat dikatakan sebagai suatu bentuk terobosan yang tidak biasa saat itu. Bisa dibilang ide ini sedikit nyeleneh. Kenapa nyeleneh? Ya iya masa mengadakan suatu acara musik di hari Senin, sedangkan normalnya pengunjung sebuah kafe paling rame dateng di hari Sabtu dan Minggu. Walaupun begitu, kita dapat melihat sendiri program ini menjadi begitu sukses. Banyak pengunjung yang hadir setiap Seninnya untuk menyaksikan penampilan para musisi ternama. Yoris dapat melihat adanya suatu ceruk yang dapat dimanfaatkan dimana sangat jarang bahkan tidak ada pada saat itu, tempat hiburan lain yang mengadakan acara musik pada hari Senin. Yoris berhasil menciptakan “laut birunya”. Bahkan konon, pemasukan Hard Rock Café di hari Senin ini lebih tinggi dibandingkan hari Sabtu dan Minggu ! Walah..
Selain program I Like Monday, Yoris juga merupakan kreator dari BC Bar. BC Bar juga membawa konsep yang unik yaitu hanya dibuka pada hari Jumat dan Sabtu selama satu minggu sekali. Sebagian orang akan melihat ide ini gila. Bagaimana tempat hiburan ini dapat bersaing dengan tempat hiburan lainnya yang buka setiap hari. Tapi seolah memiliki sentuhan midas, tempat hiburan ini pun memperoleh respon pasar yang sangat positif. Tingkat keuntungan yang didapatkan oleh tempat hiburan ini dapat melebihi tempat hiburan yang beroperasi setiap hari. Kok bisa ya? Nah, disinilan letak kekreatifan Yoris. Dia melihat pada hari biasa, jumlah pengunjung tempat hiburan seperti bar dan kafe tidaklah banyak. Sedangkan biaya overhead seperti listrik, pendingin ruangan, dsb yang harus ditanggung tidak sebanding dengan pemasukan yang diperoleh. Dengan mengoperasikan BC Bar hanya 2 kali dalam seminggu otomatis biaya overhead yang harus ditanggung lebih kecil. Selain itu, dengan tidak dibukanya setiap hari, para pengunjung pun menjadi tertarik dan tidak ingin melewatkan untuk hadir ke BC Bar setiap minggunya.
Melalui kedua contoh tersebut, kita bisa bilang Yoris tuh kreatif. So, tidak salah juga dong kalo saya bertanya gimana caranya supaya bisa kreatif. Menurut Yoris, kreativitas adalah suatu skill yang bisa dipelajari dan dilatih. Kreativitas bukanlah sesuatu yang given dari sononye. Jadi, menurut Yoris, gak bener juga anggapan bahwa seseorang bisa kreatif karena memang punya bakat dari lahir. Kreativitas bisa dilatih dan dikembangkan. So, kembali lagi, gimana caranya? Salah satu cara yang dilakukan Yoris untuk mengasah kreativitasnya adalah dengan melakukan variasi terhadap kebiasaan yang dilakukannya. Contohnya, Yoris suka menggunakan jam tangan di tangan yang berbeda, hari ini di tangan kanan, besok bisa di tangan kiri. Begitu pula kalo mau pergi ke kantor, kadang lewat jalan yang cepet,kadang lewat jalan alternatif lain. Dengan merubah kebiasaan ini, dapat membantu kita untuk tidak menjadi orang yang monoton dan stattis. Kita “dipaksa” untuk bisa keluar dari zona nyaman kita. Wel, seringkali kita mungkin punya ide-ide yang sebenernya kreatif, tapi karena ide kreatif itu akan membawa konsekuensi kita harus keluar dari zona nyaman kita, kita jadi mengurungkan untuk melakukan ide tersebut. Dengan melakukan variast terhadap kebiasaan kita, secara tidak sadar kita dilatih untuk keluar dari zona nyaman kita. Wel, sekarang saya lagi mencoba untuk mempraktekkan mantera ini. Saya mencoba dahulu dengan merubah kebiasaan-kebiasaan kecil seperti pake jem tangan, pergi ke kampus dengan rute berbeda, dsb. Wel, mudah-mudahan tulisan ini bisa berguna dan menginspirasi tiap pembacanya untuk menjadi kreatif. Terakhir ada quotes yang keren menurut saya (dari si Yoris juga sih hehehe). “It is better to a little bit different than little bit better”.Hehehehe.
Case Interview @ MarkPlus&Co
Pada hari Senin kemarin, saya mendapatkan kesempatan mengikuti proses Case interview untuk posisi sebagai business analyst di MarkPlus&Co. Saya menjalani dua kali Case interview. Untuk case interview yang pertama, diberikan kasus mengenai rencana pembangunan Giant di Ciputra World. Ada 3 pertanyaan utama yang harus dijawab dalam case interview ini:
1. Berapa omset per tahun yang bisa didapatkan oleh Giant?
2. Bagaimana mengetahui pembangunan Giant feasible atau tidak? Kriteria apa yang harus diperhatikan?
3. Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan omset yang ada sekarang menjadi dua kali lipatnya? Dan apa hambatan yang mungkin akan dihadapi untuk mencapai objektif tersebut?
Untuk case interview yang kedua, saya diwawancari oleh Michael Hermawan. Cukup kaget juga waktu itu saat tahu yang akan mewawancara saya adalah Michael Hermawan. Sebelumnya, saya sudah cukup familiar dengan nama ini dari buku-buku yang diterbitkan oleh MarkPlus Inc, ditambah lagi dia adalah putra dari Hermawan Kertajaya.Wow! saya pikir ini kesempatan yang jarang untuk bisa bertemu dan melakukan case interview dengannya.
Kasus untuk case interview yang kedua adalah mengenai bagaimana positioning terhadap merek Lexus harus dilakukan untuk dapat mendapatkan posisi top 3 pasar mobil mewah .Untuk informasi , Lexus adalah brand mobil mewah keluaran dari Toyota yang sukses di mancanegara. Melihat kesuksesan tersebut, Toyota Jepang menginginkan agar produk ini dipasarkan di Indonesia. Permasalahannya adalah ,sebagai produk baru, Lexus menghadapi persaingan yang sangat ketat dari brand mobil mewah lainnya yang sudah lebih dulu masuk di pasar otomotif dalam negeri. Manajemen Toyota Astra menyadari benar hal tersebut sehingga untuk tahun-tahun awal mereka hanya mentargetkan mencapai posisi 3 besar di bawah Mercedes dan BMW.
Setelah memberikan overview di atas, saya diberikan kesempatan untuk membuat struktur analisa masalah selama 3 menit. Setelah itu, mulailah proses diskusi dilakukan. Selama diskusi berlangsung, sang interviewer akan terus-menerus menchallenge ide pemikiran kita. Saya tidak tahu apakah saya berhasil untuk membuat dia terkesan dengan pemikiran saya selama diskusi berlangsung. Tapi yang pasti, saya merasa cukup puas karena bisa bertemu dan berdiskusi langsung mengenai suatu studi kasus pemasaran dengan seorang yang memang pakar di bidangnya.
Hal yang mungkin bisa saya bagikan setelah mengikuti case interview ini adalah:
1. Jangan ragu untuk bertanya soal informasi yang tidak lengkap karena seringkali sang interviewer sengaja untuk tidak memberikan informasi secara lengkap. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat seberapa jauh logika dan kreativitas kita dalam memecahkan suatu masalah. Ada juga informasi yang harus kita asumsikan sendiri. Misalnya,untuk mencari berapa omset per tahun dari Giant saya hanya diberikan informasi jumlah kasir yang ada, spending per customer,dsb. Untuk menjawab pertanyaan ini, saya melakukan asumsi-asumsi seperti saya asumsikan jumlah pengunjung tiap harinya, jumlah pengunjung yang berbeda pada weekday dan weekend, dsb.
2. Be Creative! Ingat dalam sebuah case interview tidak ada satu jawaban yang pasti. Bahkan bisa jadi si interviewernya sendiri tidak tahu jawaban pastinya. So, jangan ragu untuk mencoba jawaban yang sekreatif mungkin (dan yang logis juga tentunya). Kenapa jawaban kita harus kreatif malahan kalo bisa sedikit nyeleneh? Ini untuk memberikan kesan yang berbeda dengan jawaban calon pegawai lainnya. Coba bayangin aja kalo dari 100 orang pelamar, 99 orang punya jawaban yang seragam dan “lurus-lurus” aja, tapi kemudian ada 1 orang yang jawabannya beda sendiri dan logis, pasti orang ini yang akan diterima. Untuk memperjelasnya, ada suatu cerita yang pernah saya dapatkan dari sebuah email. Pasti banyak dari kita yang mengenal perusahaan yang bernama PT.Astra International. Perusahaan ini dalam beberapa kali survey terpilih menjadi perusahaan idaman untuk bekerja.
Suatu waktu, di Astra International dilakukan proses recruitment. Para calon pegawainya diberikan sebuah studi kasus seperti ini:
Anda sedang mengendarai sebuah sepeda motor datang suatu wilayah yang sedang terkena bencana. Nah, di sana, anda bertemu dengan 3 orang yaitu seorang kakek, seorang dokter, dan seorang kekasih anda. Oleh karena anda hanya mengendarai sepeda motor, anda hanya dapat membawa satu orang saja sebagai penumpang untuk dibawa dari lokasi bencana tersebut. Nah, pertanyannya adalah siapa yang akan anda bawa dari antara ketiga orang tersebut? Dan kenapa?
Apabila anda ditanya pertanyaan seperti itu, jawaban apa yang akan anda berikan? Mau tahu jawaban dari para calon pegawai itu:
- Sepertiganya menjawab akan membawa si kakek. Alasannya, ya iyalah masa orangtua gak ditolong, bisa kualat atuh.
- Sepertiganya lagi menjawab akan bawa si dokter. Alasannya, kalo dokter yang ditolong, nantinya dokter ini bisa menolong banyak orang lainnya yang saat ini sedang terkena bencana alam
- Sepertiganya lagi menjawab akan membawa si kekasih. Alasannya simple, masa kekasih sendiri gak dibawa.
Nah, menurut anda mana dari ketiga jawaban calon pegawai di atas yang diterima bekerja. Kalo dilihat, semua jawaban yang diberikan oleh masing-masing golongan make sense semua. Tapi ternyata tidak ada di antara mereka semua yang diterima bekerja kecuali satu orang..yup hanya satu orang akhirnya diterima bekerja dan anda tahu apa jawaban orang itu. Dia menjawab seperti ini “Saya akan menyerahkan sepeda motor saya untuk dipakai oleh si dokter dan si kakek. Sementara itu, saya akan menunggu di lokasi tersebut bersama kekasih saya bantuan selanjutnya. Apabila tidak ada bantuan yang datang lagi, setidaknya saya meninggal bersama orang yang saya kasihi”. So sweet..hahaha..Bagaimana menurut anda? kreatif bukan jawabannya..Dan mungkin anda pernah mendengar nama orang yang berhasil menjawab pertanyaan tersebut yaitu Rini Suwandi. Yup, Rini Suwandi pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan saat ini menjadi pimpinan perusahaan otomotif Kanzen. So, be creative lah dalam menjawab pertanyaan.
3. Biasanya dalam menjawab pertanyaan yang ada, kita diberi kesempatan untuk berpikir. Gunakanlah alat bantu seperti kertas, jika diperbolehkan, untuk membreakdown pemikiran anda. Hal ini sangat efektif saya rasakan untuk membuat analisa kita menjadi lebih sistematis dan mencegah supaya tidak ada hal penting yang terlewatkan untuk disampaikan. Bisa juga sebenarnya kalau anda mempersiapkan semacam template untuk menjawab kasus yang ada. Misalnya, menggunakan metode 5w+1H. Dalam case interview MarkPlus saya sebenarnya sempat terpikir untuk menggunakan Porter’s 5 Competitive Force Analysis. Tapi gara-gara tidak dipersiapkan sebelumnya, jadi lupa deh..hehehehe
4.Selama case interview berlangsung, sang interviewer juga ingin melihat kemampuan kita untuk berargumentasi. Untuk itu, dia akan banyak menyerang ide-ide kita. Jangan panik apalagi terbawa emosi. Jawab dengan tenang sambil memperkuat argumentasi kita.
5.Perhatikan body language kita selama case interview berlangsung. Adakan kontak mata dengan interviewer. Posisi duduk sebaiknya tegak. Buat berapa dari kita, tanpa disadari, dalam kondisi panik, seringkali melakukan gerakan yang aneh dan tidak perlu seperti memainkan rambut, memainkan pulpen, dsb. Kalau anda termasuk orang yang seperti itu, kuasai diri anda. Salah satu cara yang biasa saya lakukan adalah dengan merapatkan kedua telapak tangan saya. cara ini membantu saya untuk tidak melakukan gerakan yang tidak perlu dan aneh..hehehehe
6. Last but not least..Sarapan,sarapan,sarapan. Ada banyak dari kita yang mungkin karena terlalu gugup sebelum interview menjadi melewatkan sarapan. Don’t do that..Waktu interview di MarkPlus, awalnya saya pikir prosesnya hanya sebentar. Jadinya dari rumah tidak sarapan terlebih dahulu. Ternyata hari itu proses interviewnya berjalan cukup lama. Waktu itu mulai dari pukul 10 pagi sampai 2 siang. so, sarapan is really important..(ini namanya Bahasa English..kwakakakaka).
So, mudah-mudahan sedikit tips di atas bisa berguna buat teman-teman yang akan menghadapi case interview dalam waktu dekat maupun jauh..hehehehe.
p.s Saat ini saya masih menunggu kabar apakah saya diterima untuk menjalani masa percobaan 3 bulan di MarkPlus&Co..hehehe..Wish me luck